Dukung Pembangunan Jembatan dan Dermaga di Teluk Kendari, TNI AL Bantu Deteksi dan Penyapuan Ranjau

Kasal Laksamana TNI Ade Supandi, S.E. dan Gubernur Sulawesi Tenggara H. Nur Alam, S.E., M.Si saat menandatangani piagam kesepakatan bersama (PKB). (Foto : Dispenal)
Kasal Laksamana TNI Ade Supandi, S.E. dan Gubernur Sulawesi Tenggara H. Nur Alam, S.E., M.Si saat menandatangani piagam kesepakatan bersama (PKB). (Foto : Dispenal)

Jakarta — TNI AL segera akan melaksanakan operasi pendeteksian dan penyapuan ranjau sisa-sisa peninggalan Belanda di kawasan Teluk Kendari dalam rangka mendukung dan memberi rasa aman bagi pembangunan Jembatan Bahteramas di Teluk Kendari dan dermaga TNI AL di Kendari.

Kegiatan operasi pendeteksian dan penyapuan ranjau ini dilakukan setelah ditandatanganinya piagam kesepakatan bersama (PKB) antara Gubernur Sulawesi Tenggara H. Nur Alam, S.E., M.Si dengan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi, S.E. yang dilaksanakan di Mabes TNI AL (Mabesal), Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (6/7).

Selain pembersihan ranjau, butir kesepakatan bersama lainnya adalah kegiatan survei dan pemetaan hidro-oseanografi yang dilakukan Dinas Hidro dan Oseanografi Angkatan Laut (Dishidros) di perairan Teluk kendari dalam rangka pembangunan jembatan Bahteramas Teluk Kendari, serta pembangunan dermaga baru TNI AL Kendari serta prasarana dan sarana lainnya.

Menurut Kasal Laksamana TNI Ade Supandi, S.E penandatanganan PKB ini merupakan langkah nyata kebersamaan antara Pemerintah Daerah dan TNI AL. “Kesepakatan bersama ini, merupakan payung hukum kerja sama dalam pemanfaatan sumber daya yang dimiliki oleh TNI AL dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, agar dapat dimanfaatkan secara maksimal,” katanya.

Kasal juga mengatakan pemanfaatan sumber daya bersama ini diharapkan dapat digunakan untuk meningkatkan nilai tambah bagi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dalam mewujudkan kesejahteraan, kemandirian, dan daya saing masyarakat dan daerah. “Di sisi lain kesepakatan bersama ini juga bermanfaat bagi TNI AL untuk tujuan pertahanan, yang sekaligus dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan peran TNI AL dalam mendukung pembangunan daerah melalui pembinaan masyarakat pesisir,” kata Kasal Laksamana TNI Ade Supandi, S.E.

Sementara itu Gubernur Sulawesi Tenggara H. Nur Alam, S.E., M.Si. mengatakan, kondisi geografis Provinsi Sulawesi Tenggara yang wilayahnya didominasi oleh laut, memiliki potensi maritim, baik sumber daya alam, jasa pelabuhan, perdagangan dan pariwisata, yang perlu dikembangkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. “Untuk memajukan pembangunan daerah Provinsi Sulawesi Tenggara ini diperlukan kerja sama yang erat dan sinergitas antarlembaga,“ ujarnya. “Oleh karena itu sinergitas antara Provinsi Sulawesi Tenggara dan TNI AL yang sudah terbangun selama ini perlu terus ditingkatkan sehingga pembangunan nasional khususnya di wilayah pesisir Sulawesi Tenggara dapat berjalan dengan aman dan lancer,” harap Gubernur.

Turut hadir dalam acara penandatanganan PKB ini dari pihak TNI AL masing-masing Wakasal Laksamana Madya TNI Widodo, S.E, M.Sc., Irjenal Laksamana Muda TNI Zufri Zaenal Abidin, S.E., Asrena Kasal Laksamana Muda TNI Agung Pramono, S.H., M.Hum., Aslog Kasal Laksamana Muda TNI Ir. Harry Pratomo, Aspam Kasal Laksamana Muda TNI Agus Heryana, S.E., dan Kadisadal Laksamana Pertama TNI Prasetya Nugraha, S.T. Sedangkan dari Pemprov Sulawesi Tenggara yaitu Kepala Bapeda Nasir, Kepala Dinas PU Ir. Sahidir, Kepala Biro Pembangunan, dan Kepala Biro Hukum.

 Dispenal/Forum

Comments are closed.