Kementerian PUPR Janji akan Kembalikan Identitas Kota Pusaka

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat/FARID/FORUM
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat/FARID/FORUM

Jakarta– Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bertekad mengembalikan identitas Kota Pusaka di Indonesia yang terancam hilang karena pesatnya pertumbuhan ekonomi perkotaan.
Melalui Program Penataan dan Pelestarian Kota Pusaka (P3KP) yang sudah diikuti 45 kabupaten/kota, Kementerian PUPR mendorong penyusunan Pedoman Pelestarian Kota Pusaka dan Rencana Aksi Pengelolaan Kota Pusaka.
Untuk menjaring masukan dari berbagai pihak dalam menyusun pedoman Kota Pusaka, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya mengelengarakan seminar Kota Pusaka bertajuk Smart Planning for Heritage River Cities” di Jakarta Convention Center (29/5/2015).
Dalam seminar ini dibahas dua hal penting mengenai Ekonomi Pusaka dan Heritage Impact Assessment.
“Seminar Kota Pusaka menjadi ajang berkumpul para pihak yang memiliki perhatian dengan isu pelestarian kota pusaka. Seminar ini memiliki semangat untuk mengeksplorasi ide-ide melestarikan sejarah yang terkandung dalam bangunan pusaka, sekaligus mempertahankan utilitas bangunan pusaka agar sejalan dengan perkembangan kota-kota modern di Indonesia,” ujar Dirjen Cipta Karya, Andreas Suhono kepada wartawan di Jakarta, Jumat (5/6).
Ia menambahkan, masukan-masukan dari seminar ini diharapkan dapat disepakati sebagai satu bentuk pedoman yang dapat dijadikan acuan atau standar dalam melakukan penataan kawasan pusaka secara komprehensif  dengan mempertimbangkan perkembangan perkotaan baik secara fisik, ekonomi, maupun sosial.
“Kota Pusaka harus mendapatkan perhatian karena pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sangat pesat dan dikhawatirkan menggerus peninggalan budaya. HarapannyaIndonesia nantinya tetap tumbuh menjadi sebuah negara yang berkembang pesat, tanpa mengabaikan perkembangan kota-kota pusaka yang merupakan warisan luhur Bangsa Indonesia,” imbuh Andreas.
Seminar ini merupakan rangkaian dari acara Water, Sanitation, and Cities Forum & Exhibiton 2015 yang berfokus pada layanan sarana dan prasarana dasar permukiman dan perkembangan perkotaan di Indonesia yang berlangsung pada tanggal 27-29 Mei 2015

Farid

Comments are closed.