Universitas Indonesia Dukung Upaya Penanggulangan Narkoba

Penandatangan MoU BNN dan UI/dok Humas BNN
Penandatangan MoU BNN dan UI/dok Humas BNN

Jakarta 22 Mei 2015. Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Universitas Indonesia (UI) di Gedung Pusat Administrasi UI, Jumat (22/5). Kesepakatan yang ditandatangani oleh Deputi Hukum dan Kerjasama BNN, Drs. Aidil Chandra Salim, M. Comm dan Prof. Dr. Ir. Muhammad Anis, M. Met., selaku Rektor UI ini meliputi bidang pendidikan, penelitian dan pengembangan terkait upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).
Penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan perpanjangan komitmen yang sebelumnya telah terjalin baik antara BNN dengan UI. Dalam sambutannya Anis menyampaikan bahwa kerjasama ini dirasa perlu terus dilakukan mengingat Indonesia berada pada kondisi darurat Narkoba.
Anis juga menyampaikan hasil penelitian yang dilakukan BNN dengan Puslitkes UI tahun 2014 menunjukan bahwa angka prevalensi penyalahgunaan Narkoba sebesar 2,18 % atau sekitar 4 juta jiwa dengan rentang usia 10-59 tahun. Angka ini menunjukan adanya penurunan prevalensi dari penelitian sebelumnya yang dilakukan tahun 2011, yakni 2,23%.
“Tantangan besar bagi bangsa kita adalah bagaimana mewujudkan Indonesia bebas Narkoba. Untuk itu perlu adanya peningkatan sinergi dan komitmen dari seluruh elemen bangsa, salah satunya UI. Oleh karenanya UI siap berperan aktif dalam mendukung kebijakan P4GN” tambah Anis.
Ruang lingkup kerjasama yang disepakati BNN dan UI meliputi program pendidikan tinggi, pelatihan, lokakarya, seminar, penelitian dan kegiatan ilmiah di bidang P4GN. Selain itu juga meliputi peningkatan kompetensi dan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi dan teknologi terkait P4GN. Hal lainnya adalah kerjasama dalam diseminasi informasi dan advokasi, pembinaan dan pemberdayaan masyarakat, sosialisasi program wajib lapor dan rehabilitasi bagi pecandu serta uji Narkoba oleh BNN di lingkungan UI.
Aidil menyampaikan bahwa Presiden Jokowi telah mendorong pelaksanaan rehabilitasi bagi 100.000 pecandu Narkoba di tahun 2015 ini. “Selama ini BNN hanya mampu merehabilitasi 18.000 pecandu setahun. Untuk mencapai 100.000 pecandu, BNN perlu melibatkan pihak-pihak lain. Kami berharap UI juga bisa memberikan fasilitas bagi teman-teman yang terjerat Narkoba”, imbuhnya.
Aidil beranggapan bahwa kondisi darurat Narkoba ini sudah amat meresahkan. Narkoba sudah menyentuh keberbagai kalangan, termasuk orang terpelajar. “Narkoba adalah senjata pemusnah massal. Lebih berbahaya dari senjata sungguhan yang merusak secara fisik, ini lebih kepada dampaknya, yang tidak terlihat namun berbahaya.” ungkapnya.
Nota kesepahaman ini merupakan bukti keseriusan pihak UI dalam mendukung upaya P4GN, khususnya di bidang pendidikan, pengembangan teknologi dan penelitian yang berkaitan dengan tren penyalahgunaan Narkoba di Indonesia.

Comments are closed.