Smelter dan Keterbukaan Hasil Tambang Newmont

Areal Eksplorasi PT Newmont NT di Taliwang, Sumbawa Barat, NTB (republika.co.id)
Areal Eksplorasi PT Newmont NT di Taliwang, Sumbawa Barat, NTB (republika.co.id)

Catatan Sidang Lanjutan Gugatan PTUN vs Dirjen Minerba:

Investasi pembangunan smelter yang berkisar Rp 5 triliun tentu tak sebanding dengan hasil yang telah dikeruk NEWMONT sejak 1986. Disamping juga dampak positif lainnya bagi daerah seperti ketersediaan listrik dan aspek ekonomi lainnya.

Namun persoalan pembangunan smelter sendiri sejatinya bukan hanya untuk hal “kecil” di atas. Smelter sesungguhnya adalah alat uji yang sahih dari dua pertanyaan besar:
(1) bahan tambang apa saja yang sebenarnya digali oleh NEWMONT, dan
(2) berapa banyak yang digalinya selama ini.

Jika smelter berada di Indonesia, NEWMONT harus terbuka dengan jenis dan jumlah hasil tambangnya, termasuk kemungkinan adanya hasil tambang ikutan lain yang bernilai ekonomis sangat tinggi dan juga bernilai sangat strategis.

Dari sisi pendapatan negara, keterbukaan ini akan menimbulkan konsekuensi adanya pengenaan pajak terhadap jenis bahan tambang tertentu. Negara tak lagi dipecundangi dengan modus ekspor gelondongan seperti ini.

Perintah UU Minerba Pasal 103 ayat (1) jo. Pasal 170 jelas mewajibkan pemurnian di dalam negeri. Tidak boleh NEWMONT menafsirkan dan melanggar ketentuan tersebut seenaknya sendiri. Meski ada Peraturan Menteri ESDM Nomor 1 dan Nomor 11 tahun 2014 yang berfungsi mengecualikan NEWMONT dari kewajiban tersebut, namun sudah jelas kedua peraturan menteri tersebut melanggar peraturan di atasnya dan dapat dibatalkan.

Konsekuensinya, ekspor NEWMONT ilegal.

Terakhir, NEWMONT selama ini berkoar-koar akan membangun smelter (atau setidaknya joint smelter) dengan perusahaan lain. Tapi tahukah kita, berapa jumlah kapasitas smelter di Gresik yang digunakan Freeport dan Newmont? Hanya berkisar 1,2 juta ton konsentrat. Sedangkan jumlah produksi keduanya total berjumlah 5 juta ton. Kemana sisa 3,8 juta ton dimurnikan? Atau mereka memurnikan memakai saringan teh? Atau memakai kain kassa?

Sudah terlalu lama negara ini dipecundangi perusahaan asing.

Wallahualam…

Ahmad Suryono, SH, MH.
Tim Kuasa Hukum Penggugat
HP: 081225103500
BB: 519E767C

Comments are closed.