Kerja Keras Dayu Berbuah Manis

Direktur Pengembangan Bisnis PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero), Dayu Padmara Renggani. (istimewa)
Direktur Pengembangan Bisnis PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero), Dayu Padmara Renggani. (istimewa)

Jakarta, ForumKeadilan.com – Direktur Pengembangan Bisnis PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero), Dayu Padmara Renggani menjadi satu-satunya peraih Inspiring Woman 2015 versi salah satu majalah terbitan ibukota, Jakarta Review dari kalangan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ia mendapat apresiasi sebagai salah satu Perempuan Tangguh bersama dengan Khofifah Indar Parawansa (Menteri Sosial), Sylviana Moerni (Deputi Gubernur DKI Jakarta), dan Merry Harun (Direktur PT Datascrip).

Dayu terpilih menjadi Inspiring Woman 2015 dengan kategori Perempuan Tangguh lantaran berhasil mendongkrak kinerja perusahaan. Bahkan, dalam beberapa kali, peraih gelar Magister Hukum dari Universitas Padjadjaran tersebut mampu membalikkan keadaan perusahaan rugi menjadi mendapuk untung hanya dalam waktu singkat. “Terima kasih atas penghargaannya. Saya hanya ingin menjadi diri sendiri, namun tetap bisa berbagi dengan orang lain tersebut,” aku wanita yang 20 tahun mendulang karir di PT Indosat tersebut.

Peraih Anugerah Kartini BUMN tahun 2008 ini lantas bergabung dengan PT INTI (Persero) sebagai Direktur Corporate Services setelah memutuskan pensiun dini dari Indosat. Berkat kepiwaiannya, di akhir tahun 2009, BUMN ini bisa meraih laba hingga Rp2,4 miliar, dan setahun kemudian meningkat menjadi Rp4,5 miliar. “Selain punya passion, harus berani untuk bermimpi. Hanya dengan mimpi itu kita jadi termotivasi untuk mencapai cita-cita,” ungkap Dayu yang pernah bekerja sebagai Asisten Manajer PT Gratika, Manajer Umum PT Surveyor Indonesia, Komisaris PT Indosat Multimedia Mobile (IM3), dan Komisaris PT Satelindo.

Tahun lalu, tepatnya 16 Juni 2014, Dayu menjabat Direktur Komersil I PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) kemudian bergeser sebagai Direktur Pengembangan Bisnis yang menggebrak lewat optimalisasi asset PT PPI pada Maret lalu dengan menyewakan 17 gedung bersejarah yang berletak di kawasan Kota Tua Jakarta sebesar Rp90 miliar dalam masa selama 20 tahun kepada PT Pembangunan Kota Tua Jakarta (Jakarta Old Town Revitalization Corp/JOTRC).

Selain itu, PPI melakukan ekspansi dengan melirik potensi energi terbarukan bernama biogas. Dayu lewat PT PPI berupaya mendulang keuntungan materiil, pun juga menggalang ketahanan energi. Ia melihat celah potensi perkebunan sawit yang begitu besar dari limba Pabrik Kelapa Sawit (PKS), kemudian diberdayakan menjadi biogas sebagai pembangkit listrik di Riau.

“Saat ini sedang menginisiasi masuk ke sana. Konkritnya mau dijual listrik ke orang-orang yang belum dilayani oleh PLN. Sebab, memang masih banyak kebutuhan listrik yang belum bisa dilayani PLN,” ujarnya. “Kami sudah mau melakukan MoU (memorandum of understanding atau nota kesepahaman),” tambah Dayu.

Selain Dayu, dalam acara Malam Anugerah Kebangkitan Nasional 2015 yang digagas Jakarta Review di Balai Sudirman, Jakarta, Rabu (27/5/2015) juga memberikan apreasisi kepada perempuan penuh inspirasi lainnya. Mereka yang masuk yakni kategori Perempuan Inovatif tersebut adalah Elsye Tanihaha (Dirut PT Sarana Pundi Utama), Julli Tjindrawan (Pendiri Robotic Explorer), Mien R Uno (Pendiri Yayasan Duta Bangsa), Retno Iswari Tranggono (Pendiri Ristra Group), dan Veronica Tan (Ketua Dekranasda & DKI Jakarta).

Ada lagi kategori Perempuan Independen yaitu Elza Syarief Pengacara/Ketua Iwapi), Maya Rumantir (DPD RI), Eni Sumarni (DPD RI), Fitri Krisnawati (Principal Global Sevilla) dan Putri Tanjung (Founder & CEO Creativepreneur Event Creator).

Tak cuma itu, Tokoh Kebangkitan Nasional pun dipilih secara berkelompok. Tokoh Kemandirian misalnya Gde Pradnyana (mantan Sekretaris SKK Migas), Reydonnyzar Moenek (Dirjen Keuangan Daerah), Sasmito Hadinegoro (Sekjen APPI). Kemudian Anang Iskandar (Kepala BNN), Jacobus Karmalo Mayongpadang (Politisi senior PDIP), Oegroseno (Mantan Wakapolri), dan Raja Sapta Ervian (Ketua Umum KONI DKI/Bendahara PBNU) sebagai Tokoh Populis. Juga Tokoh Pejuang Lokal Konten Penunjang Migas, yakni T. Riza Maulana (Inspektur Muda Dirjen Migas), Albert Paris Pasaribu (Director Business Development PT Cladtek), dan Cornelia Oentarti (Konsultan Energi). —blc–

Comments are closed.