Kenaikan Bea Masuk Impor Baja Disambut Positif Industri

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Jakarta, ForumKeadilan.com – Penerbitan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 97/PMK.01/2015 tentang kenaikan tarif bea masuk untuk kategori Most Favoured Nation produk baja disambut positif oleh kalangan industri baja.

“Kami menyambut baik kebijakan kenaikan tarif Bea Masuk MFN produk impor baja. Ini sudah ditunggu-tunggu oleh industri baja nasional,” kata Direktur Pemasaran PT Krakatau Steel Tbk Dadang Danusiri di Jakarta, Jumat (29/5).

Menurut Dadang, kebijakan penyesuaian tarif bea masuk ini bisa berdampak pada peningkatan utilisasi kapasitas industri baja nasional yang saat ini sangat rendah akibat membanjirnya produk baja impor.

Dadang menjelaskan keluarnya aturan ini bisa untuk membangun keseimbangan industri baja dalam negeri karena kesinambungan usaha di sektor industri hilir didukung pasokan dan layanan yang kompetitif.

“Tidak mungkin pabrik baja hulu dapat hidup tanpa industri pengguna hilir,” katanya.

Ia menambahkan, Krakatau Steel sebagai produsen baja nasional berkomitmen meningkatkan pasokan untuk memenuhi kebutuhan pengguna baja domestik yang beralih ke produk baja lokal akibat lebih mahalnya produk impor.

Sebelumnya, Indonesia Iron and Steel Industry Association (IISIA) memastikan kebijakan penyesuaian tarif bea masuk tersebut diterbitkan untuk melindungi industri baja dalam negeri dari serbuan baja impor.

“Kenaikan BM impor baja bakal meningkatkan penyerapan dan penggunaan baja produksi dalam negeri,” kata Direktur Eksekutif IISIA Hidayat Triseputro.

Dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 97/PMK.010/2015 dijelaskan produk baja lembaran canai panas (hot rolled coil dan plate) mengalami kenaikan tarif bea masuk menjadi 15 persen dari sebelumnya 5 persen, sedangkan untuk produk lainnya kenaikannya bervariasi antara 5 persen-10 persen. -ant/blc-

Comments are closed.