Sertifikasi, Pintu Gerbang Menyapa Profesionalitas

Deputi Bidang Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) dr. Diah Setia Utami memukul gong pertanda dibukanya Internasional Workshop For Drug Demand Reduction Professional, bertempat di Hotel Premier Santika, Jakarta, Senin (20/1) (Humas BNN)
Deputi Bidang Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) dr. Diah Setia Utami memukul gong pertanda dibukanya Internasional Workshop For Drug Demand Reduction Professional, bertempat di Hotel Premier Santika, Jakarta, Senin (20/1) (Humas BNN)

Rehabilitasi disepakati menjadi solusi dari permasalahan penyalahgunaan Narkoba. Tidak hanya di Indonesia tetapi juga di berbagai negara di dunia. Penyalahgunaan Narkoba yang terus meningkat dari tahun ke tahun menuntut pemerintah untuk terus berbenah diri dalam penyelenggaraan rehabilitasi. Menjawab tantangan tersebut, Badan Narkotika Nasional (BNN) berkolaborasi dengan Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN), Yayasan Cinta Kasih Mulia (YKM), Ikatan Konselor Adiksi Indonesia (IKAI) dan International Center for Certification and Education –- Colombo Plan (ICCE-CP) mengadakan pelatihan konselor adiksi (20-25/4) di Hotel Santika, Jakarta.

Acara yang diselenggarakan dalam rangka peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya bagi konselor adiksi, ini diikuti oleh sejumlah partisan baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Sedikitnya terdapat 130 partisan dari berbagai daerah di Indonesia dan 180 partisan merupakan perwakilan dari berbagai negara asing, seperti Malaysia, Singapura, Filipina, Pakistan, Bangladesh, Maladewa (Maldives) dan Australia mengikuti kegiatan sertifikasi.

Alasan utama dari diselenggarakannya workshop internasional ini, menurut Diah Setia Utami, selaku Deputi Rehabilitasi BNN, adalah untuk mengembangkan human resource bagi para konselor sejalan dengan program rehabilitasi yang saat ini sedang didengung-dengungkan.

“Sertifikasi bagi seorang konselor merupakan suatu bukti bahwa konselor tersebut kompeten. Dengan kata lain, adanya sertifikasi menandakan bahwa konselor yang bersangkutan sudah memiliki kapasitas yang teruji dan diakui baik dalam skala nasional maupun internasional,” ungkap Diah di sela-sela pembukaan International Workshop for Drugs Demand Reduction Professionals.

Sesuai dengan amanat Undang-Undang 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, BNN didaulat sebagai lembaga yang menjadi lini depan dan point center dalam upaya penanggulangan masalah penyalahgunaan Narkotika. Dan sebagaimana tercantum dalam UU 35 Pasal 70 ayat (d), BNN memiliki tanggung jawab dalam meningkatkan kemampuan lembaga rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial bagi pecandu Narkoba, baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun masyarakat. Workshop internasional ini merupakan bentuk konkret dari implementasi UU tersebut dalam rangka peningkatan kemampuan pelayanan rehabilitasi yang komprehensif dan berkesinambungan.

Menurut Director Colombo Plan Antonius Riva Setiawan, kerja sama antara BNN dengan Colombo Plan dalam penyelenggaraan pelatihan dan sertifikasi telah dimulai sejak tahun 2011 dan secara berkesinambungan terus dilakukan guna meningkatkan kualitas dari para petugas rehabilitasi. Antonius menambahkan, dengan adanya sertifikasi diharapkan para peserta dapat meningkatkan kualitas layanan dalam melaksanakan program rehabilitasi dengan memberikan perlakuan yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi dari masing-masing pecandu.

Satu hal yang terpenting adalah para peserta yang telah mendapatkan sertifikat dapat mengimplementasikan pelatihan tersebut dengan sebaik-sebaiknya sehingga menjadi tenaga-tenaga rehabilitasi yang profesional.

Humas BNN

Comments are closed.