Polisi Batam Tangkap Lagi Warga Singapura Yang Baru Dibebaskan Hakim

Lim Yong Nam (wong kwai chow/straits times)
Lim Yong Nam (wong kwai chow/straits times)

Batam — Warga Singapura, Lim Yong Nam, kembali ditangkap hanya beberapa menit setelah ia dibebaskan dari tahanan pada Selasa lalu (21/4), menyusul perintah pengadilan yang dikeluarkan sehari sebelumnya.

Sehari sebelumnya, pada Senin, Pengadilan Negeri Batam memerintahkan pembebasan Lim setelah menemukan bahwa polisi Kepulauan Riau tidak memiliki dokumen yang cukup pada saat penangkapannya untuk menahan dia.

Lim (41) ditangkap di terminal feri Batam Centre ketika berusaha masuk ke Indonesia pada 23 Oktober tahun lalu, dan telah ditahan di Batam sejak itu.

Pengusaha, yang berada di daftar Interpol, dicari oleh Amerika Serikat karena melanggar embargo perdagangan AS terhadap Iran. AS telah menuduhnya memperoleh 6.000 modul frekuensi radio untuk diekspor ke Iran dan meminta ekstradisi pada 2011.

Tapi ia tidak diekstradisi karena Pengadilan Tinggi Singapura menemukan bahwa kesalahan dituduhkan kepada bukan merupakan suatu pelanggaran di sini.

Pengacara Lim kepada The Straits Times mengatakan ia pergi ke markas polisi di Batam, bersama dengan dua wakil dari Konsulat Singapura, untuk meminta pembebasan Lim.

Zevrijn Boy Kanu mengatakan polisi setuju untuk membebaskannya, tapi akan tetap menahan paspornya. Tapi sebelum Lim bisa meninggalkan gedung pengadilan, beberapa petugas polisi kembali menangkapnya. “Bagi saya, penangkapan kembali adalah melanggar hukum. Saya menunggu instruksi dari klien saya untuk membawa masalah tersebut ke pengadilan lagi,” tambahnya.

Kemarin, Letnan Kolonel Armaini dari Kepolisian Kepulauan Riau mengatakan bahwa Lim ditangkap kembali karena polisi takut dia akan melarikan diri sebelum proses ekstradisinya dijalankan.

Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri mengatakan kementerian itu telah menyatakan keprihatinan yang mendalam kepada kedutaan Indonesia di Singapura atas kelanjutan penahanan Lim meskipun sudah ada putusan pengadilan Batam.

“Kami telah meminta Indonesia untuk segera memberikan penjelasan tentang dasar hukum penangkapan dan penahan kembali Lim. Kami juga menegaskan permintaan kami bahwa Lim akan diberikan hak-hak hukum dan hak-hak istimewa unuk itu,” kata juru bicara itu.

joyce lim/wahyudi soeriaamadja/straits times

Comments are closed.