Penganiaya Hewan Diancam 30 Tahun Penjara

Kucing Rumah Yang Diterlantarkan di Singapura (singapuraterkini.com)
Kucing Rumah Yang Diterlantarkan di Singapura (singapuraterkini.com)

Kuala Lumpur, FK — Hukuman dan denda lebih berat akan dikenakan terhadap mereka yang menganiaya serta mengabaikan hewan di negara ini, Malaysia, setelah Rancangan Undang-Undang (RUU) Kesejahteraan Hewan 2015 diwartakan pada tahun ini.

RUU tersebut memberikan peningkatan nilai denda bagi pelanggaran tersebut yaitu tidak kurang RM20.000 dan tidak lebih RM100.000 atau dipenjara tidak lebih dari 30 tahun atau keduanya.

Ini karena hukuman sebelumnya yang hanya menyatakan tidak lebih RM50.000 saja di bawah hukum yang ada, terlihat tidak mencerminkan kesungguhan pemerintah untuk mengatasi masalah kesejahteraan hewan.

Menteri Pertanian dan Industri Asas Tani, Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob, mengatakan RUU tersebut yang dibacakan pertama kalinya di DPR, Kamis kemarin, akan menambah baik UU Binatang 1953 yang hanya mencakup aspek kezaliman.

Katanya, akta tersebut tidak mencakup berbagai aspek kesejahteraan yaitu prinsip lima kebebasan yaitu bebas dari lapar dan dahaga, bebas dari rasa sakit atau penyakit, bebas dari rasa tidak nyaman, bebas menunjukkan perlakuan normal dan bebas dari tekanan.

Melalui rancangan undang-undang tersebut, jelas dia, pemerintah dapat membuat peraturan yang lebih khusus dalam aspek kesejahteraan untuk mencegah terjadinya penganiayaan serta pengabaian aspek kesejahteraan terhadap hewan meliputi hewan ternak dan hewan, kecuali hewan liar.

“RUU ini merampingkan administrasi serta penegakan aspek kesejahteraan di dalam negara. Ini melalui penciptaan Lembaga Kesejahteraan Hewan yang anggotanya terdiri dari beberapa lembaga yang berkepentingan.

“Melalui lembaga ini, koordinasi kegiatan terkait kesejahteraan hewan dapat dilaksanakan bersama lembaga terlibat,” katanya kepada wartawan di sini, Kamis kemarin.

RUU itu dipaparkan untuk kali pertama di Dewan Rakyat, Kamis kemarin, dan pemaparan kali kedua akan dilakukan pada konferensi akan datang yaitu Mei ini.

Mengulas lanjut, Ismail Sabri mengatakan, RUU itu adalah untuk menyelaraskan kebutuhan Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE) yang telah mengeluarkan pedoman terkait kesejahteraan hewan.

Selain itu, kata dia, RUU itu adalah untuk menunjukkan komitmen menyeluruh Malaysia terhadap kesejahteraan hewan di medan internasional melalui legislatif khusus untuk kesejahteraan hewan.

Katanya, ini sejalan dengan dukungan negara terhadap Deklarasi Universal Berhubung Kesejahteraan Hewan yang ditandatangani kementerian pada 26 Agustus 2008.

“Oleh karena itu, ini akan menjadikan Malaysia sebagai sebuah negara yang akan diakui oleh negara lain di dunia terutama dalam aspek kesejahteraan hewan,” katanya.

ies/utusan

Comments are closed.