“Jika Tak Ada ‘Puting Beliung’, Kami Menang”

Chepy Supriatna Pamungkas, SH  (dok./ist)
Chepy Supriatna Pamungkas, SH (dok./ist)

Jakarta, FK — Menggugat perusahaan negara bukan perkara mudah. Namun itu dilakukan sekelompok pengusaha bongkar muat daerah (tepatnya Dumai) kepada PT Pertamina cq Pertamina UP II Dumai. Asosiasi Pengusaha Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Dumai menggugat perusahaan negara itu lantaran dinilai melakukan pelanggaran UU Nomor 17 tahun 2008 Tentang Pelayaran yang menyatakan bahwa proses bongkar muat di pelabuhan harus menyertakan perusahaan bongkar muat.

Pasal 31 (1, 2 a) dan Pasal 32 UU itu menyebut: pelaksanaan seluruh proses kegiatan Bongkar Muat harus dilaksanakan oleh Perusahaan yang bergerak khusus dibidang itu, yaitu Perusahaan Bongkar Muat, baik berupa Stevedoring, Cargodoring ataupun Receiving/Delivery.

Dalam kasus ini, APBMI Dumai mendapati Pertamina Dumai secara sengaja tidak melibatkan perusahaan bongkar muat dalam pengapalan Green Coke, residu olahan minyak, di Pelabuhan Pertamina Dumai sejak 2002. Pengapalan green coke dikatakan masih berlangsung hingga kini. Tanpa menyertai perusahaan dan buruh bongkar muat setempat.

Penggugat meminta PT Pertamina (Persero) Cq Pertamina UP II Dumai agar pelanggaran tersebut segera dihentikan dan segera bekerja sama dengan para Penyedia Jasa Bongkar Muat yang ada di lingkungan Dumai yang telah terdaftar (legal) di APBMI Dumai. Diharapkan PT Pertamina (Persero) Cq Pertamina UP II Dumai segera melakukan koordinasi dengan pihak Asosiasi.

Persidangan kasus ini berlangsung di PN Jakarta Pusat. Kini memasuki tahap kesimpulan dari masing-masing pihak.

Setelah menjalani belasan persidangan, Kuasa Hukum APBMI Dumai Chepy Supriatna Pamungkas, SH haqul yaqin bisa memenangkan perkara ini. Dasar ketentuan yang dilanggar dan bukti-bukti penggugat dianggap sudah cukup kuat. “Jika tak ada ‘puting beliung’, kami yakin memenangkan kasus ini,” ungkap Chepy, Rabu (22/4).

Apa yang dimaksud ‘puting beliung’? “Saya kira semua sudah mengerti. Hukum di negeri ini tak bisa diduga-duga. Kita semua sering menyaksikan kasus hukum yang memiliki dasar atau landasan ketentuan yang kuat malah kalah dalam persidangan,” ucap Chepy.

ajm/jotz

Comments are closed.