Pusat Pasar Rusuh, 16 Pemuda Diamankan

Kuli bongkar muat memblokir Jalan Sutomo Meda
Kuli bongkar muat memblokir Jalan Sutomo Meda
MEDAN – Kerusuhan meletus di Pusat Pasar Sambu, Medan. Ratusan kuli bongkar muat truk sayur-mayur, memblokir Jalan Sutomo Kelurahan Gang Buntu, Senin (30/3/2015), sekitar pukul 23.30 WIB. Selain membakar ban dan payung pedagang, mereka juga menghujani petugas dengan batu. Aksi para kuli itu sebagai bentuk protes terhadap Pemko Medan yang melakukan penertiban di kawasan pusat pasar tersebut.
Aksi para kuli itu berujung anarkis. Kaca depan mobil Satpol PP pecah dilempar batu. Begitu juga dengan kaca mobil truk milik TNI Angkatan Udara yang diparkirkan di sekitar Tugu Apolo Sambu. Selain itu, mobil dinas Toyota Inova Kasatpol PP Kota Medan M Sofyan penyot dihantam batu. Atas insiden tersebut, 16 pemuda pun diamankan.
Kericuhan bermula saat ratusan pemuda yang selama ini menggantungkan hidup dari bongkar muat sayur-mayur, berkumpul di depan Gedung Nasional. Mereka melakukan orasi yang isinya memprotes dan menetang pelarangan berjualan di seputaran kawasan Jalan Sutomo, menyusul dioperasikannya Pasar Induk Tuntungan di kelurahan Lau Cih, Kecamatan Medan Tuntungan. Akibat pelarangan tersebut, praktis mereka pun kehilangan mata pencaharian.
Sekitar pukul 22.00 WIB, orasi semakin memanas. Sebagian pemuda dengan mengendarai becak barang bermotor, menggeber-geber kenderaan yang digunakan untuk mengangkat sayur-mayur tersebut. Orasi perlahan berubah anarkis. Para pemuda itu kemudian memblokir Jalan Sutomo. Selain memarkirkan becak barang bermotor maupun becak barang yang didayung, mereka juga mengangkati meja maupun payung jualan milik para pedagang. Meja dan payung dikumpulkan di tengah jalan, kemudian dibakar.
Aksi itu menyebabkan arus lalu-lintas praktis lumpuh total. Kenderaan bermotor baik roda dua maupun empat yang datang dari arah persimpangan MT Haryono menuju Persimpangan HM Yamin terpaksa memutar arah. Ada dua titik api yang mereka buat di persimpangan Jalan Veteran.
Kericuhan pecah sekitar pukul 23.30 WIB. Ratusan pemuda yang sudah emosi langsung menyerang tim gabungan dengan lemparan batu. Serangan mendadak ini membuat tim gabungan terkejut dan sempat mundur untuk melindungi diri. Selanjutnya tim gabungan yang terdiri dari unsur Marinir, TNI AU, Kodim 0201/BS, Denpom, Brimobdasu, Dishub Medan, Satpol PP serta instansi terkait lainnya balik mengejar ratusan pemuda.
Diawali dengan tembakan gas air mata, tim gabungan pun menyisiri kawasan Jalan Sutomo guna mengamankan para pemuda yang telah berbuat anarkis tersebut. Kemudian diikuti puluhan polisi berboncengan mengendarai sepeda motor turut melakukan pengamanan. Dari hasil penyuisiran dan pengamanan yang dilakukan, petugas pun berhasil 16 pemuda yang dianggap sebagi provokator kerusuhan. Selanjutnya dengan menggunakan 1 unit mobil truk Milik Polresta Medan, mereka pun dibawa untuk menjalani pemeriksaan.
Pasca kerusahan, kawasan Jalan Sutomo tampak mencekam. Seluruh toko yang ada disepanjang jalan tutup. Meski tidak ada pemblokiran jalan, namun tak ada masyarakat yang berani melintas di jalan itu.
Sementara Kasatpol PP M Sofyan bersama sejumlah anggotanya melakukan patroli. Dia ingin memastikan seluruh anggotanya yang bergabung dengan aparat kepolisian tetap menjaga semua akses jalan masuk menuju kawasan Jalan Sutomo.
“Walaupun anggota kita telah melakukan pemblokiran agar truk pengangkut sayur mayur tidak memasuki seputaran Jalan Sutomo, namun masih ada juga truk yang lolos dan berhasil masuk. Namun begitu mereka tidak berani menurunkan sayuran. Untuk mencegah hal itu, maka kita aklan bertahan sampai pagi hari. Kita tidak mau kecolongan seperti malam minggu, begitu kita bubar pukul 04.00 WIB, mereka menurunkan sayuran dari truk sehingga transaksi jual beli kembali terjadi di kawasan Jalan Sutomo,” kata Sofyan.
Mantan Camat Medan Area ini menambahkan, pihaknya bersama tim gabungan akan terus mensterilkan kawasan Jalan Sutomo sehingga tidak menjadi lokasi transaksi jual-beli sayuran. Sebab, Pemko Medan telah mengoperasikan Pasar Induk Tuntungan yang sangat representatif untuk tempat berjualan. Selain Sofyan juga minta dukungan personel dari Kecamatan Medan Barat, Medan Amplas, medan Tembung dan Medan Maimun. “Kita akan terus mengamankan lokasi ini (Jalan Sutomo-red),” tegasnya. (Zainul Arifin Siregar)

Comments are closed.