Menko Tedjo: Tidak Ada Barter antara KPK-Kejagung

Tedjo Edhy Purdjiatno (bijaks.net)
Tedjo Edhy Purdjiatno (bijaks.net)

Jakarta — Ada apa dibalik pelimpahan kasus BG dari Komisi Pemberantasan Korupsi ke Kejaksaan Agung? Mengapa dilakukan dalam waktu yang segera? Apakah ada ‘barter’ dibaliknya? Serangakaian pertanyaan itu dibantah pemerintah.

Senin (2/3) Menkopolhukam Tedjo Edhy Purdjiatno menyatakan bahwa pelimpahan tersebut bukan merupakan barter kasus.

“Saya tidak melihat ada ‘barter’ antara KPK, kejaksaan dan polisi. Dukungan kami terhadap eksistensi KPK juga menjelaskan komitmen pemerintah atau Bapak Presiden terhadap pemberantasan korupsi,” katanya.

Bareskrim Polri yang pernah mengani kasus Budi Gunawan dalam surat bernomor R/1016/Dit Tipideksus/X/2010/Bareskrim itu menyatakan Budi Gunawan bersih dari kasus transaksi keuangan mencurigakan alias rekening gendut.

Surat itu bertanggal 20 Oktober 2010 yang ditandatangani Direktur Khusus Bareskrim Polri saat itu Kombes Arief Sulistyanto yang kini menjadi Kapolda Kalbar.

Penyidikan tersebut merupakan hasil laporan hasil penyelidikan PPATK terhadap rekening Budi Gunawan yang menemukan ada anaknya, Hervianto yang pada 2005 saat berusia 19 tahun mendapat pinjaman dari PT Pasific Blue dan diberikan dalam bentuk tunai sejumlah Rp57 miliar, dari jumlah tersebut disetor ke rekening Budi Gunawan senilai Rp32 miliar.

Ant/T.D017DLN/jotz

Comments are closed.