“Masyarakat Jangan Main Hakim Sendiri”

Kombes Pol Martinus Sitompul (sayangi.com)
Kombes Pol Martinus Sitompul (sayangi.com)

Jakarta — Maraknya aksi massa yang menghakimi pelaku kejahatan di jalanan membuat Polda Metro Jaya bereaksi. Polisi meminta masyarakat segera menyerahkan pelaku untuk diproses. Sebaliknya, jika tetap dihakimi, polisi tak segan-segan menyeldiki warga masyarakat yang melakukan hukum jalanan itu.

Sebelumnya, pada Minggu kemarin (1/3) seorang penjambret Cepep Saidin (35) tewas gara-gara dikeroyok massa di sekitar pintu perlintasan rel kereta api Volvo, Jalan Purbaya, Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, sekitar pukul 08.30 WIB. Sejumlah warga mengejar Cecep bersama tiga pelaku lainnya saat beraksi menjambret tas milik seorang perempuan. Setelah ditangkap massa menghakimi Cecep hingga tewas. Tiga pelaku lainnya melarikan diri.

Beberapa waktu lalu, seorang pembegal pengemudi sepeda motor bernama Endriansyah (22) tewas dibakar massa di Pondok Betung, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten.

“Massa yang main hakim sendiri akan tetap diproses karena tidak dibenarkan,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Martinus Sitompul di Jakarta, Senin (2/3).

Ia mengimbau masyarakat agar menyerahkan pelaku kejahatan kepada aparat kepolisian untuk diproses hukum.

Mantan Kabid Humas Polda Jawa Barat itu mengimbau pengendara motor yang menjadi korban kejahatan dapat melakukan perlawanan dengan cara membela diri, berteriak atau melarikan diri.

Ant/TR/RCh/jotz

Comments are closed.