[FORUM] Ahok: “Buat Nyelamatin Duit Rakyat, DPRD Gue Lawan”

Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (rmol.com)
Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (rmol.com)

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama melakukan langkah melawan tindakan curang DPRD. Dia tak mau kebiasaan menggerogoti anggaran yang dilakukan DPRD dan anak buahnya, terus dibiarkan. “Hukum tetap jalan terus dan enggak ada mundur. Dan saya kan udah bilang sama wagub, ini ga bisa balik lagi ini. Karena ngajak saya main koboi, udah cabut pistol. Saya ingin buka udah tahun 2012 lho (kejadiannya),” kata Ahok, sapaan Basuki di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa 3 Maret 2015.

Soal anggaran siluman Dinas Pendidikan yang tercantum di APBD DKI sejak 2014, kata Ahok, biar diselidiki KPK. Sebab, semua bukti yang mendukung temuannya soal dana triliunan sudah disertakan. Berikut wawancara Ahok soal ketegasannya melawan DPRD DKI.
Gerakan dukung Ahok bagaimana?

Saya kira bukan soal dukungan. Yang penting sekarang bagaimana orang Jakarta mau nggak amanin sistem penganggaran yang selama ini penuh main. Makanya saya terima kasih orang Jakarta banyak yang sadar bahwa e-budgeting mengontrol permainan yang titip anggaran seperti ini. Jadi bukan save Ahok-nya. Tapi ini persoalan bagaimana Anda melakukan itu. Kalau mau save Ahok sih saya terima kasih.

Selain UPS apa lagi sih?

Ada scanner 3D, bikin program bilingual. Macam-macam lah.

Total berapa item?

Banyak banget lah pokoknya total Rp 12,1 triliun.

Reaksi saat Nasdem tarik angket dukungan bagaimana?

Saya kira NasDem itu yang betul ya. Kenapa dibuat angket? DPRD menuduh kami memalsukan APBD, sedangkan kami mengatakan yang memalsukan itu mereka. Gitu loh. Jadi kalau orang mau mendukung Rp 12,1 triliun itu nggak pantas. Ya pasti batalin angket dong seperti NasDem lakukan karena antara angket dan ini tuh dua sisi yang hitam putih. NasDem betul karena dia mendukung Rp 12,1 triliun tidak benar, dia pasti batalin angket. Angket ini mau mempertahankan versi Rp 12, 1 triliun dan menuduh versi kami yang siluman. Makanya perlu angket.

Makanya kalau ada parpol yang mengatakan, kami mendukung angket dan mendukung Ahok untuk membatalkan Rp 12,1 triliun, itu mah pura-pura namanya. Itu dua sisi yang, ini nggak bisa. Makanya kalau ada partai politik yang mengatakan, kami dukung angket terusin, terus juga mendukung Rp 12,1 triliun, ini namanya mau injek di dua kaki Bos.

Hasil lobi atau gimana?

Enggak ada hasil lobi, masing-masing partai aja mutusin. Makanya saya bilang, beberapa temen ada yang bilang sama saya, kenapa si kamu kenal semua partai politik enggak ada yang kamu temuin, habis kamu menuduh saya akan melobi partai politik untuk membatalkan angket. Saya mana mungkin melobi partai politik membatalkan angket, orang saya nggak salah kok. Saya malah meminta ke semua partai politik untuk jangan melakukan pembiaran dong sama fraksi DKI nyolong Rp 12,1 triliun.

Apakah itu karena ketakutan dilaporkan ke KPK?

Enggak ada hubungannya. Ini mungkin ketakutan para wakil rakyat di seluruh Indonesia. Kalau saya berhasil lakukan ini, ini akan membawa dampak ke seluruh Indonesia e-budgeting, dan ini yang mau Pak Jokowi mau. Ini akan memberikan dampak pada seluruh Indonesia, sistem nggak bisa lagi oknum DPRD main ketik-ketik masukin sendiri.
Kalian inget nggak saya mau beli truk sampah tiba-tiba hilang. Yang saling menuduh itu lho. Enggak ada yang mau ngaku, karena waktu ngubah excel enggak ada bahan. Terus masih inget enggak truk sampah udah ada tahun berikutnya 2014 di perubahan ilang setengah. Mobilnya sudah pesan lagi. Jadi ini akibat enggak ada e-budgeting.

Terus masih inget enggak PU saya marah-marah potong anggaran 2012, ternyata kembali muncul lagi. Makanya saya perlu sistem.

Selengkapnya di Majalah FORUM Keadilan edisi 43 terbit Senin pekan depan (9/3)

Comments are closed.