Turki Akan Ciptakan Peluru Kendali Jarak Jauh

Ankara, ForumKeadilan.com – Juru bicara kepresidenan Turki, Ibrahim Kalin, Senin (23/2), menuturkan bahwa negaranya akan membuat peluru-peluru kendali jarak jauh baru sesuai dengan sistem yang berlaku di NATO. Pernyataan tersebut tampak aneh dengan apa yang dikeluarkan menteri pertahanan negara itu.

Turki sebagai anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) memilih China Precision Machinery Import and Export Corp sebagai penawar yang lebih disukai pada 2013 untuk memasok sistem rudal itu. Hal tersebut menimbulkan kecemasan Barat mengenai keamanan dan kecocokan persenjataan tersebut dengan infrastruktur NATO.

Menteri Pertahanan, Ismet Yilmaz pada pekan lalu mengatakan, Ankara tidak berencana mengintegrasikan sistem pertahanan baru dengan sistem NATO, menambah kepada kekhawatiran-kekhawatiran tersebut.

Namun, Kalin, Senin justru mengatakan, “Sebagai salah satu negara paling penting dalam barisan keamanan NATO, kami tentunya akan menjamin integrasi dan keselarasan ini.”

Dalam satu tanggapan tertulis atas pertanyaan parlemen pada Kamis, Yilmaz mengatakan evaluasi penawaran telah dirampungkan dan tidak ada penawaran baru diterima tetapi para pejabat pemerintah kemudian menjelaskan bahwa itu tidak berarti keputusan akhir sudah dibuat.

Eurosam, yang dimiliki pembuat rudal Prancis-Italia MBDA dan Thales dari Prancis, berada di posisi kedua dalam tender 2013. Raytheon Co yang terdaftar di Amerika Serikat juga menawarkan sistem pertahanan rudal Patriot, yang sekarang dioperasikan oleh 13 negara di dunia. reu/ant/blc

Comments are closed.