Penyerang di Kopenhagen Dianggap Bukan Ancaman

Kopenhagen, ForumKeadilan.com – Pihak berwenang di Denmark telah melihat seorang pria bersenjata di Kopenhagen tapi tak menganggapnya ancaman bahkan sebelum serangan yang dilakukan pada akhir pekan kemarin. Bahkan, sambung pihak polisi, saat laporan muncul bahwa dia pernah mendekam dalam penjara bersama dengan seorang fanatik.

Pria bersenjata itu, yang di media Denmark disebut Omar Abdel Hamid El-Hussein, dikenal karena melakukan kekerasan dan kegiatan kelompok kriminal, dan menjalani masa tahanan karena menusuk seoerang pria. Tapi dinas intelijen menyimpulkan tak ada ancaman serangan dilakukan pria itu, bahkan para petugas penjara menyatakan perangainya berubah.

Pria itu pertama menyerang kafe yang menjadi tuan rumah bincang-bincang bebas, dan diduga berusaha membunuh Lars Vilks, seorang seniman Swedia yang telah menerima ancaman mati karena lukisan-lukisan yang menghujat Nabi Muhammad SAW. Walaupun Vilks tak terluka, seorang pembuat film yang berusia 55 tahun yang ikut serta dalam bincang-bincang itu terbunuh.

Pria bersenjata tersebut juga menyerang satu sinagoga, rumah ibadah Yahudi, menewaskan seorang penjaga, sebelum polisi membunuhnya dalam baku tembak Minggu pagi. Polisi mengatakan pria tersebut tampak telah bertindak sendirian dan bukan bagian dari satu sel, walaupun merea juga menangkap dua orang pada Senin dituduh membantunya.

Surat kabar Denmark, Ekstra Bladet menyebutkan, El-Hussein berteman di penjara dengan Sam Mansour, warga Denmark keturunan Maroko, yang disangka beberapa kali memicu terorisme dengan komentar-komentar di Facebook seperti “Jihad adalah kewajiban”. Para petugas penjara menolak berkomentar tetapi harian itu mengatakan para narapidana Muslim berkumpul saat sholat Jumat di penjara, diikuti dengan diskusi dalam bahasa Arab secara rutin.

Polisi tidak menyiarkan informasi baru tentang kasus tersebut pada Selasa dan pemerintah juga menolak berkomentar. Tetapi partai Rakyat Denmark yang anti imigrasi, yang kemungkinan meraih kemenangan dalam pemilihan akhir tahun ini, mengatakan serangan-serangan tersebut membuktikan kasus itu untuk aksi lebih radikal melawan immigrasi.

“Orang-orang yang mendukung aktivitas kriminal seperti teror dan kecurangan seharusnya kewarganegaraannya dicabut,” kata Peter Skaarup, kata deputi ketua dan juru bicara keadilan Partai Rakyat Denmark kepada kantor berita Reuters. “Hal sama juga berlaku bagi orang-orang yang pergi ke Suriah dan Irak untuk turut berperang.”

“Kami inginkan pengawasan perbatasan yang keras dengan para penjaga dan pintu gerbang supaya kita dapat mengendalikan siapa yang masuk negeri ini,” kata Skaarup.

El-Hussein, putera imigran Palestina tidak dikenal fanatik dan tampak biasa-biasa saja dalam beragama, menurut ayahnya kepada stasiun TV2 Denmark. ant/blc

Comments are closed.