[Opini] Hukum dan Tirani

tyranny alert

Where law ends, there tyranny begins.

Di mana tidak ada hukum, tirani dan penindasan berkuasa. Frasa ini memiliki konsep yang sama dengan “rule of law,” di mana hukum tertulis mengontrol perilaku masyarakat, bukan berdasar keinginan penguasa kuat. Ini berarti bahwa hukum adalah perlindungan bagi hidup, kebebasan dan hak milik masyarakatnya. Hukum menjadi pelindung dan perisai. Hukum adalah alat melindungi orang-orang dari kekuasaan orang lain. Dari tirani.

Ucapan terkenal itu keluar dari mulut William Pitt dalam sebuah pidatonya pada 1770, sebelum ia menjadi perdana menteri termuda Inggris Raya pada 1783 di usia 24 tahun. Ia meninggalkan jabatan ini pada 1801. Tiga tahun kemudian, Pitt kembali menjadi perdana menteri sampai dengan kematiannya pada 1806. Pitt lahir 28 Mei 1759 di Hayes, Kent, dan meninggal 23 Januari 1806 di London. Semasa hidupnya William Pitt dikenal sebagai sosok teguh penjunjung demokrasi. Tentu sikapnya terbilang unik di tengah masih derasnya suasana feodalisme di negerinya. Waktu itu masih kental semangat tiran-tiran kecil di sana.

Tirani selalu muncul di tengah masyarakat. Dalam berbagai bentuk. Dan jika ia muncul, hak-hak asasi masyarakatnya sedikit banyak bakal dinista. Kondisi Indonesia saat ini, di mana ada dua lembaga hukum yang sama-sama kuat dan sama-sama yakin penjujung kebenaran. Esensi hukum, seperti tadi di atas, adalah alat pelindung orang-orang dari kekuasaan orang lain. Kekuasaan siapa yang eksesif di hari-hari ini?

Dan jika hukum tak segera turun tangan, adalah benih yang subur buat kemunculan tirani. Kekuasaan yang hanya dipegang segelintir orang.

Rakyat Indonesia jelas tidak akan memilih tirani. Kepada hukum, selaiknya, kita berpatok kuat. Agar tirani tak lagi berkuasa.

GW

Comments are closed.