Obama Turut Kecam Penembakan Tiga Mahasiswa Muslim

Winston-Salem, ForumKeadilan.com – Kematian tiga mahasiswa muslim di North Carolina, Amerika Serikat, turut menjadi perhatian Presiden AS, Barack Obama, Sabtu (14/2). Menurutnya, penembakan terhadap tiga anak muda itu brutal dan pembunuhan yang memalukan.

Lebih lanjut, Obama menuturkan, bahwa tak ada seorangpun di AS yang menjadi sasaran karena agama mereka. “Tak seorangpun di Amerika Serikat yang menjadi sasaran karena siapa mereka, seperti apa mereka, atau bagaimana mereka beribadah,” tandasnya dalam sebuah pernyataan, sebagaimana dilansir Reuters.

Sang presiden pun menyampaikan belasungkawanya kepada keluarga korban.

Pernyataan Obama tersebut hadir ketika Departemen Kehakiman AS menyatakan pihaknya akan bergabung dengan penyelidikan pendahuluan yang dilakukan FBI untuk menentukan apakah pria tersangka dalam penembakan Chapel Hill pada Selasa melanggar undang-undang federal, termasuk undang-undang kejahatan yang dilatari kebencian.

Sebelumnya, segenap keluarga korban telah menyeru Obama supaya otoritas federal menyelidiki apakah tersangka pembunuh Craig Stephen Hicks, 46 tahun, didorong oleh kebencian terhadap para korban karena beragama Islam.

Tiga korban penembakan antara lain Deah Shaddy Barakat, 23, adalah mahasiswa kedokteran gigi di Universitas North Carolina, istrinya Yusor Mohammad Abu-Salha, 21, dan saudaranya, Razan Mohammad Abu-Salha, 19, mahasiswi di Universitas Negara Bagian North Carolina, dibunuh di satu kondominium sekitar tiga kilomter dari kampus UNC.

Presiden Turki Tayyip Erdogan, Kamis, mengecam Obama dan para pemimpin AS karena tak bersuara mengenai insiden itu, yang telah mendapat perhatian internasional dan mengakibatkan sejumlah pemeluk Islam merasakan kekhawatiran mengenai keselematan mereka.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Ban Ki-moon pada Jumat memuji ketiga korban tersebut, yang terlibat dalam aksi bantuan kemanusiaan, sebagai mewakili nilai-nilai terbaik dari kewarganegaraan global dan dia mengatakan sangat terharu melihat laporan bahwa ribuan orang berkabung atas kematian mereka.

Seorang juru bicara Departemen Kehakiman AS mengatakan, Divisi Hak-Hak Sipil dan Kantor Jaksa AS untuk Middle District of North Carolina akan berpartisipiasi dalam penyelidikan FBI yang diumumkan dalam kasus tersebut Kamis malam.

Dalam penyelidikan terpisah, polisi lokal telah menyebut suatu pertengkaran di tempat parkir sebagai motif Hicks untuk menembak para korban tetapi menyatakan mereka sedang menyelidiki apakah insiden itu dilatarbelakangi oleh kebencian agama.

Para tetangga mengatakan, Hicks, yang memposting pesan-pesan anti agama dan satu foto sebuah senjata yang dia katakan miliknya di halaman Facebook-nya, dikenal di komunitas kondominium itu orang yang mudah marah gara-gara parkir dan suara berisik.

Mohammad Abu-Salha, ayah dari kedua wanita korban, mengatakan kepada CNN bahwa putrinya Yusor telah mengatakan Hicks membuatnya tak merasa nyaman, setelah ia pindah ke satu kondominium berdekatan dengan tempat tinggal suami yang baru dinikahinya. “Ayah, saya pikir dia membenci kami karena siapa kami,” kata Abu-Sulha mengutip kata-kata Yusor kepada dirinya. reu/ant/blc

Comments are closed.