Mulai Akhir Pekan Ini, Jam Malam di Baghdad Dicabut

Bagdad, ForumKeadilan.com – Guna mengurangi pembatasan dalam kehidupan sehari-hari, Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi memerintahkan jam malam, yang sudah berlaku bertahun-tahun, di Baghdad dicabut, meskipun kekerasan terus terjadi. Demikian sebagaimana diungkapkan seorang pejabat, Kamis (5/2) waktu setempat.

Mencabut jam malam merupakan perubahan besar dalam kebijakan lama untuk mengatasi kekerasan di ibu kota negara itu dengan membatasi kegiatan pada malam hari. Pembatasan itu sendiri tidak berhasil menghentikan pemboman, yang terus berlangsung.

“Perdana menteri memerintahkan bahwa jam malam di Baghdad dicabut seluruhnya mulai Sabtu ini,” ujar juru bicara Komando Operasi Baghdad, Brigadir Jenderal Saad Man.

Juru bicara al-Abadi, Rafid Jaboori menambahkan bahwa sang PM menginginkan kehidupan senormal mungkin walaupun berada dalam keadaan perang. Hal tersebut merujuk pada perang terhadap kelompok Negara Islam (IS). “Ini adalah bagian dari tindakan terhadap terorisme serta perang melawan mereka,” ujarnya.

Pernyataan dari kantor Abadi itu mengatakan sang perdana menteri juga telah memerintahkan agar jalan-jalan penting di ibu kota dibuka untuk membantu pergerakan para warga negara, dan bahwa daerah Adhamiyah dan Kadhimiyah di bagian utara Baghdad dijadikan zona sipil.

Pernyataan itu tidak memberikan rincian tentang jalan-jalan mana saja yang akan dibuka atau apa rencana yang dibuat bagi dua wilayah berdekatan, yaitu bekas daerah yang dimiliki mayoritas warga Suni, dan kemudian Syiah.

Pos-pos pemeriksaan tentara dan polisi di seputar Baghdad menyebabkan kemacetan parah, yang menjadi sumber kekesalan warga Irak, serta lemahnya prosedur keamanan yang tampaknya tidak bisa mencegah pergerakan para militan.

Jam malam telah diterapkan selama bertahun-tahun, namun belakangan ini kebanyakan berlangsung dari tengah malam hingga pukul 5.00 waktu setempat. ant/blc

Comments are closed.