Meksiko Dituntut Tuntaskan Kasus Penghilangan Puluhan Ribu Orang

Jenewa, ForumKeadilan.com – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Sabtu (14/2) WIB, meminta Meksiko untuk menyelidiki dugaan keterlibatan pasukan pemerintah dalam kasus hilangnya ribuan orang, termasuk 43 pelajar yang diduga dibunuh pada 2014. Delegasi Meksiko mengatakan kepada Komite PBB mengenai Penghilangan Paksa dalam sebuah kajian pekan lalu bahwa 11.300 orang masih belum diketahui nasibnya.

Amnesti Internasional mengatakan dalam sebuah pernyataan, bahwa lebih dari 22.600 orang hilang dalam delapan tahun terakhir di tengah masalah besar mengenai kekebalan. Dalam temuannya, komite PBB, yang terdiri atas 10 pakar independen, mengatakan bahwa mereka menerima informasi yang menggambarkan konteks penghilangan secara umum di sebagian besar wilayah Meksiko, banyak di antaranya bisa dikategorikan sebagai penghilangan paksa.

Penghilangan paksa merupakan penahanan atau penculikan oleh agen pemerintah, ataupun sekutu mereka, dan menutupi nasib korban. “Negara telah menginformasikan kepada kami bahwa berbeda dengan penghilangan paksa ribuan orang seperti yang kami asumsikan, ada enam orang yang disidang dan dijatuhi hukuman untuk kejahatan ini,” kata anggota komite Rainer Huhle dalam jumpa pers.

Panel tersebut mendesak Meksiko membentuk kantor jaksa penuntut khusus untuk memimpin penyelidikan dan penuntutan. Panel mengatakan, pihak berwenang Meksiko harus meningkatkan upaya pencarian terhadap semua korban hilang, termasuk para migran dari Amerika Tengah yang hilang dalam perjalanan mereka ke Amerika Serikat dan memberikan contoh DNA dari jasad yang tak teridentifikasi.

Dalam sebuah pernyataannya, pemerintah Meksiko mengatakan berkomitmen penuh untuk memperbaiki penanganan kasus penghilangan itu. Jaksa Agung Meksiko Jesus Murillo mengatakan, tidak diragukan lagi bahwa ke-43 pelajar itu dibunuh pada September 2014, dan jasad mereka dibakar serta dibuang ke sungai di dekat kota Cocula.

Para pejabat mengatakan, mereka diculik oleh oknum polisi korup, yang menyerahkan mereka ke geng narkoba setempat. Mantan Wali Kota Iguala di kawasan baratdaya sudah ditahan dalam kasus ini.

Orangtua para pelajar tersebut menemui panel PBB untuk mengajukan permohonan bantuan mencari keadilan, dan mengatakan bahwa mereka tidak mempercayai kemampuan pemerintah untuk menyelidiki kasus ini.

Menurut panel PBB, kasus berat mengenai ke-43 pelajar yang menjadi sasaran penghilangan paksa pada September 2014 di provinsi Guerrero menggambarkan tantangan serius yang dihadapi Meksiko terkait pencegahan, penyelidikan dan hukuman atas penghilangan paksa serta pencarian mereka yang hilang. ant/blc

Comments are closed.