Lebih dari 60 persen Penduduk Yaman Butuh Bantuan

Washington, ForumKeadilan.com – Kantor PBB Urusan Koordinasi Kemanusiaan (OCHA) mengatakan, lebih dari 60 persen penduduk di Yaman (hampir 16 juta orang) sangat memerlukan makanan, air bersih dan alat kebersihan, kata Juru Bicara PBB Stephane Dujarric, Jumat (13/2) waktu setempat.

Kendati ada krisis politik, pengiriman bantuan dasar kemanusiaan buat semua orang yang memerlukan mungkin dilakukan, kata Johannes van der Klaauw, Koordinator Kemanusiaan untuk Yaman. Dia menambahkan, penting bahwa bantuan kemanusiaan dipisahkan dari situasi politik.

Situasi keamanan memburuk di Yaman sejak Januari, ketika kelompok Syiah Al-Houthi merebut Istana Presiden di Sana’a, Ibu Kota Yaman, setelah bentrokan mematikan melawan pengawal presiden.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon, memperingatkan bahwa Yaman ambruk di depan mata kita. Dia mendesak masyarakat internasional agar melakukan apa saja yang mungkin guna membantu negeri itu kembali dari ambang kekacauan.

Badan PBB untuk Anak-anak (UNICEF) juga menyuarakan keprihatinannya sehubungan dengan krisis ekonomi yang merongrong negara di Jazirah Arab tersebut. “Yang sangat mengkhawatirkan ialah melihat peningkatan jumlah anak yang menderita gizi buruk dan makin sedikit anak yang bersekolah,” kata UNICEF, sebagaimana dilaporkan Xinhua.

UNICEF menyatakan, meskipun angka pendidikan telah mencapai 70 persen dalam beberapa tahun belakangan, pretasi tersebut tampaknya akan sirna.

Kelompok Syiah Al-Houthi, yang juga dikenal dengan nama Ansarullah dan berpusat di Provinsi Utara-jauh Yaman, Saada, telah memperluas pengaruhnya ke arah utara, setelah menandatangani kesepakatan perdamaian dan pembagian kekuasaan, yang ditaja PBB, pada 21 September 2014.

Sebelumnya, bentrokan maut berkecamuk selama satu pekan. Pada Senin, partai politik di Yaman dan kelompok Al-Houthi melanjutkan pembicaraan di bawah penengaah Utusan PBB Jamal Benomar, dengan tujuan menemukan penyelesaian guna mengakhiri secara damai krisis saat ini. ant/blc

Comments are closed.