Kanada Incar Raksasa Minyak Rusia

Ottawa, ForumKeadilan.com – Kanada mengumumkan untuk menekankan sanksi baru terhadap Moskow dan simpatisannya, termasuk perusahaan minyak raksasa Rosneft, menyusul separatis pro-Rusia yang melanggar gencatan senjata dan menyerbu kota di timur Ukraina, Selasa (17/2).

Setelah dua bulan berjalan menerapkan sanksi yang membidik kepentingan Rusia di sektor minyak dan gas, Kanada menargetkan perusahaan unggulan Rusia, Rosneft. Sanksi ekonomi dan larangan perjalanan terbaru menargetkan 37 warga Rusia dan Ukraina, serta sanksi ekonomi terhadap 17 Badan milik Rusia dan Ukraina, termasuk Rosneft.

“Pemerintah kami tetap teguh dalam komitmennya untuk bersama bertahan dengan warga Ukraina dalam menghadapi agresi militer yang sedang berlangsung dibawah rezim Putin, yang telah menelan korban lebih dari 5.300 orang,” kata Perdana Menteri Kanada Stephen Harper.

“Posisi Kanada tetap jelas: kita mengakui kedaulatan dan integritas teritorial Ukraina dan tidak akan pernah mengakui pendudukan ilegal Rusia di setiap bagian dari negara tersebut,” sambungnya.

Langkah ini dilakukan dalam koordinasi dengan Uni Eropa dan Amerika Serikat, yang juga telah menghukum Moskow atas dukungan militer untuk kelompok separatis di timur Ukraina.

Presiden Rusia Vladimir Putin menolak tuduhan itu dan menjelaskan bahwa pejuang Rusia di Ukraina dilihat sebagai relawan. Ukraina Selasa pagi mengimbau Barat untuk bertindak tegas kepada Moskow setelah pesukan separatis menyerang kota Debaltseve, hub transportasi kereta api, yang melanggar kesepakatan gencatan senjata yang baru berumur tiga-hari.

“Sanksi kolektif yang dikenakan oleh Kanada dan mitranya sampai saat ini menempatkan tekanan ekonomi riil terhadap rezim Putin dan mitranya,” tukas Harper. “Harga yang harus dibayar Rusia akan terus meningkat jika terus berlanjut melakukan eskalasi dalam konflik dan menolak kemungkinan resolusi damai.” ant/blc

Comments are closed.