Hendropriyono Akan Dilaporkan ke Polisi, Terkait Kasus HAM Talangsari

AM Hendropriyono (antaranews.com)
AM Hendropriyono (antaranews.com)

Jakarta — Azwar, seorang korban HAM dari peristiwa Talangsari (1989), didampingi tim advokasi dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), akan melaporkan mantan Kepala Badan Intelijen Negara AM Hendropriono ke Polri.Wakil Koordinator Bidang Advokasi Kontras Yati Andriyani mengatakan, Hendropriyono dilaporkan terkait hasil wawancaranya dengan jurnalis investigasi AS, Allan Nairn, pada Oktober 2014.

Dalam wawancara tersebut, Hendropriyono menyebut bahwa ratusan masyarakat yang tewas dalam peristiwa Talangsari itu akibat bunuh diri. Hendropriyono menyangkal telah terjadi pembunuhan massal yang dilakukan oleh anak buahnya. Sebaliknya, sebut Yati, fakta dan kesaksian para korban dalam peristiwa tersebut mengakui bahwa lebih dari 300 orang menjadi korban pembunuhan brutal oleh aparat.

Yati mengatakan, laporan ke polisi itu didasari atas Pasal 320 ayat 1 KUHP mengenai penghinaan terhadap orang yang sudah meninggal. Laporan tersebut awalnya dibawa ke Bareskrim Polri pada November 2014. Namun, penyelidikan atas perkara tersebut kini telah dilimpahkan ke Polda Metro Jaya. Menurut Yati, saat ini proses penyelidikan masih berlangsung dengan agenda pemeriksaan saksi pelapor.

Menurut Yati, keterlibatan Hendropriyono dalam kasus Talangsari dapat dibuktikan melalui keterangan para saksi. Saat peristiwa tersebut, Hendropriyono menjabat sebagai Komandan Resor Militer 043 Garuda Hitam Lampung. Hendropriyono disebut sebagai pemimpin dalam penyerangan kepada kelompok masyarakat di Talangsari.

kmp/jotz

Comments are closed.