[FORUM] Migas Jambi: Berkah Atau Petaka? (2)

Areal Perkantoran PT Pertamina EP Bajubang, Batanghari, Jambi, Tinggal Kenangan. Aset Berlimpah Dibiarkan ((mediaswaraindonesia.blogspot.com))
Areal Perkantoran PT Pertamina EP Bajubang, Batanghari, Jambi, Tinggal Kenangan. Aset Berlimpah Ditelantarkan (mediaswaraindonesia.blogspot.com)

Dalam kasus ini adalah proses pengalihan yang beberapa kali itu, dari Santa Fe Energy kepada Devon Energy lalu ke Petrochina Internasional Jabung Ltd., menurut Adri, tidak didukung dengan surat persetujuan Menteri. Dari dokumen yang dimilikinya, Adri menduga pengalihan dari Devon Energy ke Petrochina Internasional Jabung Ltd yang ditembuskan kepada Pertamina, selaku Badan Pelaksana Migas, hanya merupakan surat pemberitahuan. Itu soal pengalihan interest (saham) di wilayah kerja Blok Jabung. “Itu belum ada persetujuan Menteri Negara BUMN,” ungkap Adri kepada FORUM, satu waktu.

PetroChina International Jabung dimiliki empat pemegang interest, yakni PetroChina International Jabung Ltd dan Petronas Carigali (Malaysia) Ltd masing-masing sebesar 27,85 persen, PP Oil & Gas (Indonesia-Jabung) Ltd 30, 0 persen dan PT Pertamina 14,28 persen. PetroChina merupakan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) yang memiliki lima wilayah operasi di Indonesia, masing-masing dua di Jambi, dua di Papua dan satu di Tuban.

Jambi berada di peringkat kedua produksi minyak terbanyak dari seluruh Sumbagsel. Untuk produksi minyak terbanyak masih dipegang Sumsel. Pada Mei 2013 silam, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur sempat menyegel 14 sumur PetroChina di Blok Jabung lantaran tak punya izin lokasi.

Ia juga menemukan indikasi ketidakjujuran yang lain. Data BP Migas menyebut di Kabupaten Muarojambi hanya ada 12 sumur minyak aktif. Namun setelah dilakukan pengecekan ke lapangan jumlah sumur minyak yang beroperasi rupanya ada sekitar 120 buah. Sungguh fantastis. “Ini patut untuk diusut,” jelas Adri.

Djohan (Jambi)

Diambil dari Majalah FORUM Keadilan edisi 28.

Comments are closed.