[FORUM] Dokumen Rahasia Kasus Munir

Mantan Anggota Tim Pencari Fakta (TPF) Munir, Usman Hamid, Dalam Sidang (inilah.com)
Mantan Anggota Tim Pencari Fakta (TPF) Munir, Usman Hamid, Dalam Sidang (inilah.com)

Dalam satu sidang kasus Munir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, 23 September 2010 silam, terungkap: rupanya ada dokumen rahasia temuan Tim Pencari Fakta dan penyidik tentang beberapa pertemuan yang membahas skenario pembunuhan Munir. Rapat-rapat itu digelar di kantor Badan Intelijen Negara (BIN), Kalibata, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Ada sejumlah nama petinggi BIN, seperti Kepala BIN AM Hendropriyono, Deputi V BIN Muchdi Pr, Deputi II dan Deputi IV yang diebut. Ada juga rapat yang dihadiri mantan Dirut Garuda Indra Setiawan dan Rohainil Aini.

Menurut Sekretaris TPF Usman Hamid, dokumen tersebut TPF dapatkan dari intrenal BIN. “Kami mendapatkan informasi tertulis berkenaan dengan rencana pembunuhan Munir. Dokumen itu tidak bisa diabaikan. Ada sejumlah nama pejabat BIN, termasuk Kepala BIN AM Hendropriyono dan terdakwa yang tercatat mengikuti pertemuan rencana pembunuhan Munir,” ungkap Usman satu waktu. Ia mengungkapkan, dokumen tertulis inilah yang dipakai TPF sebagai salah satu acuan untuk mengungkap fakta-fakta seputar pembunuhan Munir. Usman menolak mengungkapkan identitas orang yang memberikan dokumen yang sangat penting tersebut. Orang tersebut juga tidak mau diungkap jati dirinya.

Namun kuasa hukum terdakwa menolak bila dokumen itu dijadikan alat bukti. Alasannya: dokumen itu tak ada nomor, tanggal dan tanda tangan. Seperti surat kaleng dan tak bisa dipertanggungjawabkan secara hukum.

Tak selang berapa lama, pada Sabtu 18 Desember 2010, koran Australia, The Sydney Morning Herald memberitakan bocoran Wikileaks, yakni satu kawat diplomatik yang dikirim Kedubes AS di Jakarta ke Washington pada April 2007. Kawat itu berjudul ”Kemungkinan keterlibatan, pejabat negara di Jakarta”. Didalamnya disebut kedutaan AS memperoleh informasi dari seorang perwira polisi berpangkat tinggi pada Desember 2006 yang mengaku, Hendropriyono adalah salah satu tersangka utamanya.

Dua dokumen ini tak ditanggapi pemerintah. Juga tak bisa dijadikan alat bukti dalam sidang.

jotz

Diambil dari Majalah FORUM Keadilan edisi 31.

Comments are closed.