BNN Gelar Program Rehabilitasi 100 Ribu Pengguna Narkoba

Sekjen Fokan, Anhar Nasution bersama Kepala BNN Komjen Pol   Anang Iskandar
Sekjen Fokan, Anhar Nasution bersama Kepala BNN Komjen Pol Anang Iskandar/Antara

Jakarta – Selasa 10 Februari 2015. Presiden Joko Widodo menyebut penyalahgunaan narkotika di Indonesia saat ini tengah memasuki tahap gawat darurat. Untuk itu, Badan Nasional Narkotika (BNN) pagi ini menggelar program rehabilitasi bagi 100 ribu pengguna narkoba se-Indonesia. “Tahun 2015 ini merupakan langkah besar bagi kita semua termasuk beberapa kementerian dan institusi pemerintahan karena tahun ini kita akan melakukan program rehabilitasi 100 ribu pengguna narkoba di Indonesia,” ujar Kepala BNN Komjen Anang Iskandar. Hal itu diungkapkannya saat memberi sambutan di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, Sabtu (30/1/2015).

“Ini dalam rangka rehabilitasi sesuai perintah presiden, maka tahun ini akan direhabilitasi paling tidak 100 ribu penyalahguna narkoba. Kalau memang penyalahguna narkoba ini jumlahnya sudah 4 juta orang. Jumlah ini jauh lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya,” lanjutnya. Anang menyebutkan pihaknya akan menggandeng seluruh instansi pemerintah dan masyarakat yang punya fasilitas rehabilitasi. BNN akan menggandeng TNI dan Polri untuk menekan jumlah penggunaan narkoba.
Sementara Sekjen Forum Organisasi Kemasyarakatan Anti Narkoba Nasional (Fokan), Anhar Nasution disela acara tersebut mengaku menyambut baik program Rehabilitasi 100 ribu penyalahguna narkoba tersebut.

“Dengan banyaknya pengguna yang di rehabilitasi, maka pengedar akan berkurang, karena disamping resikonya tinggi hingga dihukum mati’, ungkap Anhar Dalam kesempatan tersebut, Anhar  memgaku dengan kepengurusan di 27 Provinsi FOKAN siap melakukan sosialisasi program tersebut ketengah masyarakat.

“Disamping itu Pernyataan Presiden Jokowi bahwa Indonesia Darurat Narkoba, perlu disambut oleh seluruh elemen masyarakat, keprihatinan presiden Jokowi bisa kita jadikan dorongan untuk lebih serius lagi memerangi penyalahgunaan narkoba di Indonesia”, imbuhnya

Farid/Forum

Comments are closed.