Aksi Mogok Kerja Pekerja Kontrak Antar-Waktu Tertentu di PT Timah Tuntut Jadi karyawan

Aksi Mogok Kerja Pekerja Kontrak Waktu Tertentu di antar PT Timah
Aksi Mogok Kerja Pekerja Kontrak Waktu Tertentu di antar PT Timah/bangkapos

Sungailiat – Rabu 24 Februari 2015. Ratusan pekerja kontrak PT Timah (Persero), Tbk atau Pekerja Kontrak Antar Waktu Tertentu (PKWT) Yang bertugas di Balai Karya Air Kantung Sungailiat sejak Senin (23/2/2015) hingga selasa (24/2 / 2015) kemarin masih terus melakukan mogok kerja.

Aksi Suami dilakukan guna menuntut pihak perusahaan mengangkat mereka jadi karyawan TPU, seperti janji diberikan PT Timah dua tahun lalu. Para pekerja menilai perusahaan plat merah itu mengabaikan prosedur penggajian ketenagakerjaan. Pasalnya, sejak 31 Januari 2015 lalu para tenaga PKWT Suami sudah menyelesaikan masa kontrak yang diperpanjang dua kali oleh perusahaan. Namun hingga hari ini belum ada kejelasan statusnya apakah akan dilakukan pengangkatan karyawan differences atau tidak diposkan PT Timah.

Informasi yang dihimpun wartawan menyebutkan, nasib para PKWT ini seperti digantung PT Timah. Para pekerja inisial sebelumnya berstatus sebagai tenaga PHL dengan masa kerja lima hingga belasan tahun. Baru dua tahun lalu diangkat jadi tenaga PKWT.

Sekretaris Perusahaan PT Timah Tbk, Agung, menjelaskan kepada FORUM bahwa perusahaan memutuskan pengangkatan karyawan disesuaikan dengan kebutuhan. Saat ini perusahaan memutuskan untuk memperpanjang kontrak PKWT selama enam bulan atau hingga 31 Juni 2015 nanti.

“Perusahaan memutuskan yang terbaik dan sesuai kebutuhan. Mereka pãda intinya mengerti, namun minta langsung bertemu dengan Kepala P2SDM. Kita bisa akomodir namun kebetulan beliau sedang dinas ke luar kota. Kepastian kebutuhan ditentukan perusahaan. Termasuk saya juga. Kalau tidak dibutuhkan lagi tentu akan dipindah ke tempat lain. Ya kita patuhi saja,” tukasnya.

Disinggung mengenai alasan yang bertentangan dengan UU Ketenagakerjaan, Agung menyatakan perusahaan sudah mempertimbangkannya dan keputusan terbaiknya adalah memperpanjang masa kontrak PKWT selama enam bulan ke depan.

“Kita lihat juga jenis pekerjaan mereka. Ada yang di jasa layanan dan tidak harus menjadi karyawan. Seperti satuan pengamanan, sopir, katering dan lain-lain yang tidak berhubungan langsung dengan kegiatan inti perusahaan. Memang yang mogok kerja sekarang ini dari bidang teknik dan sarana bagian bengkel. Saya berharap mereka dapat beraktivitas kembali. Jangan sering mogok, soalnya nanti yang dapat risiko mereka sendiri,” jelas Agung.

Untuk diketahui, 2013 lalu sekitar 300 tenaga PKWT juga melakukan aksi sama. Saat itu mereka masih berstatus tenaga PHL (Pekerja Harian Lepas) dengan masa kerja di atas lima tahun. Waktu itu perusahaan berjanji akan memenuhi tuntutan mereka. Namun hingga kini, dua tahun berjalan, janji tak juga dikabulkan. Pepesan kosong.

Romli Muktar/Forumkeadilan

Comments are closed.