Praveen/Debby Lakukan Evaluasi Permainan

Praveen Jordan/Debby Susanto di Yonex Sunrise Malaysia Masters 2015. (badmintonindonesia.org)
Praveen Jordan/Debby Susanto di Yonex Sunrise Malaysia Masters 2015. (badmintonindonesia.org)

Kuching, ForumKeadilan.com – Tampil sebagai runner-up Yonex Sunrise Malaysia Masters 2015, Praveen Jordan/Debby Susanto langsung mengevaluasi penampilan mereka. Kesabaran dan konsistensi di lapangan menjadi dua poin penting yang mereka catat untuk bekal di penampilan berikutnya.

“Dari pertandingan hari ini kami kembali belajar untuk lebih sabar dan konsisten di lapangan. Harus optimistis tapi tidak boleh over, jadi pukulan di lapangan juga bisa lebih terarah,” tukas Praveen, dikutip Badminton Indonesia.

“Kalau lihat di lapangan tadi sebenarnya kami yakin bisa menang. Apalagi beberapa kali bertemu, ramai terus di lapangan. Tapi saya mungkin banyak nggak sabar, pengen matiin lawan, ujung-ujungnya malah tidak bisa mengontrol bola,” Praveen menambahkan.

Praveen/Debby terhenti sebagai finalis turnamen usai kalah dari unggulan pertama asal Denmark, Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen. Bermain selama 47 menit, Praveen/Debby terhenti di angka 18-21 dan 18-21. Empat kali bertemu, Praveen/Debby masih belum berhasil untuk mematahkan langkah Joachim/Christinna.

“Tadi terlalu terburu-buru. Seharusnya saya bisa matiin lawan, tapi ujungnya malah buang-buang poin terus. Ini terjadi di beberapa poin. Mungkin karena terlalu ingin menang,” Praveen mengevaluasi penampilannya.

Debby menambahkan bahwa sebenarnya mereka mampu mengimbangi lawannya, hanya di lapangan lawan mereka lebih bisa mengontrol, lebih sabar dan penampilannya lebih konsisten. “Itu sepertinya yang menjadi kunci kemenangan mereka. Walaupun kita sempat unggul ataupun menyusul, mereka tidak terpengaruh dan tetap konsisten,” sambung Debby.

Praveen/Debby mengulang capaiannya di turnamen yang sama tahun lalu. Di 2014, Praveen/Debby menjadi runner up turnamen tingkat grand prix gold ini, setelah kalah dari pasangan China, Yu Xiaohan/Huang Yaqiong dengan skor 20-22, 21-12 dan 18-21.

“Kalau ditanya, tahun ini pasti inginnya bisa juara. Atau paling tidak kami bisa rubber game tadi. Tapi apapun itu kami bersyukur bisa sampai sejauh ini, semoga ke depannya bisa lebih baik,” kata Debby. pbsi/blc-

Comments are closed.