‘Ledakan’ Penduduk di Kota Jambi

Walikota Jambi Syarif Fasha (Humas Pemkot Jambi)
Walikota Jambi Syarif Fasha (Humas Pemkot Jambi)

Jambi, FK — Dalam kurun waktu sepuluh tahun, sejak 2000 hingga 2010, di Kota Jambi, telah terjadi ledakan penduduk, hingga mencapai 2,50 persen. Gubernur Jambi Hasan Basri Agus serius merencanakan pengembangan wilayah Kota Jambi.

Luas wilayah Kota Jambi sekitar 205,38 km2, Saat ini 2014, tingkat kepadatan penduduknya sudah mencapai 2.576 orang per kilometer persegi. Pertumbuhan penduduk tertinggi itu terjadi di Kecamatan Kotabaru yang mencapai 5,28 persen, atau 137.856 jiwa.

Rencana pengembangan wilayah Kota Jambi ini disampaikan Gubernur Jambi Hasan Basri Agus kepada sejumlah awak media di Jambi, beberapa waktu lalu. Seiring dengan rencana itu, Gubernur menyatakan untuk mengajak Bupati Muaro Jambi Burhanudin Mahir dan walikota Jambi Syarif Fasha untuk duduk bersama, guna membahas rencana dimaksud.

Pertumbuhan di Kota Jambi ini dinilai memang cukup pesat. Pada 2000 jumlah penduduk di kota ini hanya sebanyak 379.168 orang. Namun dari Hasil sensus penduduk 2010 menunjukkan jumlah penduduk di Kota Jambi sudah mencapai 529.118 orang. Tumbuh hampir 40 persen. Lebih tinggi dari rata-rata nasional.

Terkait rencana Gubernur Jambi tadi, Walikota Jambi Syarif Fasha yang dihubungi FORUM di ruang kerjanya, Rabu (6/1) menyatakan kegembiraannya. “Memang Bapak Gubernur Jambi Hasan Basri Agus sangat peduli dengan pertumbuhan penduduk dan sangat memperhatikan kesejahteraan masyarakatnya,” jelas Syarif Fasha.

Syarif Fasha mengungkapkan wilayah Kota Jambi saat ini seluas 205 km persegi. Tetapi dalam kenyataannya hanya 175 km persegi, atau lebih kurang 17.500 hektare. Telah terjadi penyusutan cakupan tanah di Pilih Pusako Betuah, sebutan Kota Jambi.

Pengamat ekonomi Jambi, Anthony Wijaya SE memberi respon atas rencana pengembangan kota ini. “Wajar saja kalau pejabat terkait dalam wilayah yang terkena dampak untuk pemekaran Kota Jambi memberikan respon positif untuk mendukung program Gubernur, dalam pengembangan suatu wilayah. Demi meningkatkan perkembangan ekonomi rakyat,” jelas Anthony Wijaya.

Sementara itu, Usman Sulaiman selaku pengurus Kadin Jambi mendukung program Gubernur Jambi HBA. Hal serupa terjadi juga di kota-kota lain di Indonesia. Luas wilayah Kota Jambi yang hanya 250 Ha, dinilai memang sangat minim. Padahal Kota Jambi adalah ibukota provinsi yang terus berkembang dalam segala bidang. Sebagai perbandingan: Kota Palembang memiliki luasan 400 km persegi.

Usman juga mengajak Pemkab Muaro Jambi juga mendukung program Gubernur Jambi HBA.

(Djohan)

Comments are closed.