Grasi Dua Anggota “Bali Nine” Ditolak

Andrew Chan dan Myuran Sukumaran. (news.com.au)
Andrew Chan dan Myuran Sukumaran. (news.com.au)

Denpasar, ForumKeadilan.com – Pupus sudah harapan warga negara Australia, Andrew Chan untuk lolos dari hukuman mati di Indonesia. Pasalnya, Presiden Indonesia, Joko Widodo menolak permohonan grasi terpidana mati kasus narkoba “Bali Nine” tersebut.

Segala upaya banding terhadap hukuman matinya pun telah berakhir. Juru bicara Pengadilan Negeri Denpasar menyatakan hal tersebut, dan sudah dikonfirmasi oleh Departemen Luar Negeri Australia. Demikian sebagaimana dilansir laman Radio Australia, Kamis (22/1).

Rekan senegara Andrew Chan yang juga termasuk anggota Bali Nine, Myuran Sukumaran mendapatkan nasib yang sama. Permohonan grasi Sukumaran juga ditolak.

Dua WNA Australia yang sama-sama berasal dari Sydney itu tertangkap pada April 2005 ketika berupaya menyelundupkan heroin lebih dari 8kg ke Australia. Mereka mendapat sebutan Bali Nine, karena dalam aksinya melibatkan sembilan warga Australia.

Sebelumnya, Presiden Jokowi sudah berjanji tidak akan memberikan grasi terhadap terpidana kasus narkoba. Akhir pekan kemarin (8/1), sebanyak enam terpidana mati, lima di antaranya WNA, telah dieksekusi di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Minggu lalu, Jaksa Agung Indonesia, HM Prasetyo, mengungkapkan bahwa eksekusi Sukumaran dilakukan setelah pengajuan grasi Andrew Chan mendapat jawaban. Menurutnya, karena Sukumaran dan Andrew Chan melakukan kejahatan bersama-sama, maka mereka harus dieksekusi bersama-sama, dan waktu eksekusi Sukamaran tergantung pada apakah Chan menerima grasi.

“Indonesia tidak akan berkompromi dengan sindikat narkoba dan kami akan konsisten mempertahankan keputusan dan ketegasan kami,” tandasnya. -blc/abc-

Comments are closed.