Perkosa Murid Les Dipenjara 50 Tahun

LEE KIAN Kiong dijatuhkan hukuman penjara 50 tahun dan 10 cambukan atas lima tuduhan memperkosa siswanya di Mahkamah Sesyen, Alor Setar, Kedah, Kamis kemarin (Ismail Kamadin/utusan)
LEE KIAN Kiong dijatuhkan hukuman penjara 50 tahun dan 10 cambukan atas lima tuduhan memperkosa siswanya di Mahkamah Sesyen, Alor Setar, Kedah, Kamis kemarin (Ismail Kamadin/utusan)

Alor Setar, FK — Akibat menuruti hawa nafsu, seorang guru les meringkuk dalam penjara selama 50 tahun dan cambuk 10 kali setelah Mahkamah Sesyen Kamis pekan lalu (4/12) menyatakan bersalah atas lima tuduhan memperkosa siswanya tahun lalu.

Lee Kian Kiong, 24 tahun, yang mengajar mata pelajaran Matematika di sebuah pusat pendidikan di sini didakwa memperkosa siswanya yang saat kejadian berusia 15 tahun antara 4 Februari hingga 13 Maret 2013.

Menurut surat dakwaan, terdakwa pertama kali melakukan kesalahan itu pada pukul 2.30 sore, 4 Februari 2013, di pusat pendidikan tersebut yang terletak di Kompleks Bisnis Taman Bistari, Jalan Sultan Abdul Halim.

Kesalahan itu diulangi sebanyak tiga kali di tempat sama yaitu pada pukul 5.30 petang, 3 Maret 2013; 10 malam, 5 Maret 2013 dan 2.30 petang, 8 Maret 2013.

Bagi tuduhan kelima, Kian Kiong didakwa melakukan kesalahan sama di sebuah rumah di Taman Sri Kota, Jalan Kuala Kedah, di sini pada pukul 11.30 malam, 13 Maret tahun sama.

Hakim Azhar Mokhtar menjatuhkan hukuman penjara 25 tahun dan cambukan dua kali untuk setiap tuduhan.

Hakim memerintahkan hukuman bagi tuduhan pertama dan kedua dilakukan secara terpisah sehingga Lee terpaksa harus menjalani hukuman selama 50 tahun. Sedangkan hukuman bagi tiga lagi tuduhan berjalan bersamaan dengan tuduhan pertama.

Dalam keputusannya, Azhar menjelaskan, hukuman tersebut sebagai pelajaran dan peringatan kepada semua warga pendidik maupun setiap pihak yang ‘tertarik’ melakukan kesalahan sama agar menjauhi perbuatan itu.

“Meskipun ada konteks hubungan bilateral atau suka sama suka, namun hukum negara menyatakan adalah salah untuk menjalin hubungan seksual dengan mereka yang masih di bawah umur. Kesalahan ini terjadi secara berulang-ulang dan sebagai guru, kamu harus tahu batas hubungan antara guru dan siswa,” katanya.

Sementara itu, pengacara, John Fernandez yang mewakili terdakwa meminta penundaan pelaksanaan hukuman sementara menunggu banding selesai atas alasan terdakwa tidak pernah gagal hadir sidang dan tidak ada kemungkinan kliennya melarikan diri.

Wakil Jaksa Penuntut Umum, Ayu Rohaiza Khazali, menolak permohonan itu, namun jika pengadilan membenarkannya, ia mendesak jumlah jaminan yang tinggi dikenakan terhadap Kian Kiong.

“Saya juga memohon agar paspor terdakwa diserahkan ke pengadilan karena banyak terjadi sebelum ini, orang dituduh gagal terdeteksi ketika kasus sampai ke Pengadilan Tinggi,” katanya.

Pengadilan kemudian mengizinkan penundaan pelaksanaan hukuman itu dengan syarat Kian Kiong diikat jaminan RM40.000 (sekitar Rp 145 juta) berserta dua penjamin selain paspor pria itu harus diserahkan ke pengadilan sebagai syarat jaminan.

Selain itu, Kian Kiong harus membayar biaya penuntutan sebanyak RM2.000 atau penjara enam bulan jika gagal melakukannya.

utusan/ies

Comments are closed.