Komnas HAM Buka Kembali Kasus Theys

Foto Theys Hiyo Eluay (liputan6.com)
Foto Theys Hiyo Eluay (liputan6.com)

Jayapura — Komisi Nasional Hak Asasi Manusia mulai membuka kembali masalah pembunuhan Theys Eluay dan hilangnya sang sopir Aristoteles Masoka pada 10 November 2001 di Kota Jayapura, Papua.

“Kani sudah mulai membuka kembali masalah pelanggaran HAM yang terjadi pada 13 tahun lalu (penculikan dan pembunuhan Theys dan Aristoteles),” kata Komisioner Komnas HAM Pusat Otto Nur Andullah ketika berkunjung ke Kota Jayapura, Rabu (10/12).

Ia mengatakan Komnas HAM Pusat tengah mempelajari salinan berkas dari Pengadilan Mahkamah Militer terkait kasus 13 tahun silam itu.

Dalam salinan itu, terungkap bahwa para pelaku pembunuh Theys mengakui bahwa sedang melaksanakan tugas negara. “Untuk kasus Theys karena sudah dipastikan bahwa para pelaku yang melakukan pembunuhan terhadap dirinya dan mengatakan bahwa mereka sedang melakukan tugas negara, itu yang memastikan bahwa ini adalah pelanggaran HAM yang berat,” katanya.

Selain itu, hal lainnya yang didapatkan dari berkas tersebut yaitu Theys disiksa terlebih dahulu sebelum dieksekusi. “Yang kedua, dalam berkas itu, kita juga menemukan apa yang menimpa almarhum Theys adalah bukan pembunuhan secata langsung tapi ada penyiksaan terlebih dahulu. Jadi kasus itu memenuhi unsur pelanggaran HAM yang berat,” katanya.

Untuk itu, Otto yang datang ke Jayapura bersama tiga orang rekannya menyampaikan bahwa Komnas HAM akan meng-examinasi kasus Theys dengan membentuk dua tim. “Jadi kasus ini mulai kita buka lagi, nanti berikutnya kami akan bentuk tim examinasi Theys, baik di tim Jakarta dan tim di Papua,” kata dia.

Ia menyambung, “Jadi kita minta para ahli hukum di Papua juga terlibat dalam melakukan examinasi terhadap putusan pengadilan yang ada kaitannya dengan almarhum Theys dan Aristoteles. Nanti hasil dari examinasi di Jakarta dan di Papua kita gabungkan, dan itulah yang kita ajukan ke pengadilan. Jadi prosesnya sudah berjalan,” katanya.

Mengenai sopir almarhum Theys Eluay yaitu Aristoteles Masoka yang belum ditemukan dan bahkan ada isu beredar telah mati dibunuh, Otto menyampaikan bahwa, “Yah itu kasus orang hilang, jadi kita tetap akan mengungkap dan mencarinya. Jadi hak dan kewajiban keluarga sebagai ahli warisnya untuk mengetahui keberadaan Aristotels. Dan juga sudah menjadi kewajiban negara untuk menjelaskan hal itu,” katanya.

Pada 10 November 2001, Theys Hiyo Eluay dan Aristotels Masoka dikabarkan hilang dan diculik oleh orang tak dikenal. Sehari kemudian Theys ditemukan tewas di dalam mobilnya di Skouw, tak jauh dari perbatasan RI-PNG, sementara sopirnya Aristoteles Masoka sampai sekarang belum ditemukan.

Ant/AR

Comments are closed.