“Jembatan Bulan Akan Jadi Ikon Kalimantan Utara”

Dr H Irianto Lambrie (mudi.ist)
Dr H Irianto Lambrie (mudi.ist)

Tarakan, FK — Walau baru jadi provinsi baru, Kalimantan Utara akan punya ikon. Namanya Jembatan Bulan. Kependekan dari Bulungan ke Tarakan. Dalam waktu lima tahun ke depan jembatan penghubung Kota Tarakan dengan daratan Kalimantan di Kabupaten Bulungan itu diproyteksikan akan terwujud. Demikian disampaikan Pejabat Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie kepada forumkeadilan.com, Kamis pekan lalu (4/12).

Irianto mengatakan pihaknya telah menerima laporan studi kelayakan yang dikerjakan Lembaga Afiliasi Penelitian dan Industri (LAPI) Institut Teknologi Bandung (ITB). Studi yang dilaksanakan komprehensif dimana tim melakukan pengumpulan data primer di lapangan dan sekunder untuk selanjutnya diolah dengan dilakukan analisis mulai dari analisis mencari alternatif trase atau jalan raya atau sering disebut sumbu jalan. Selain itu analisis tata ruang dan pergerakan, kelayakan lingkungan, geologi, sipil dan jembatan serta analisis kelayakan ekonomi.

“Berdasarkan data yang disampaikan, untuk bentang jembatan Bulan akan menjadi yang terpanjang di Indonesia. Sebab jembatan Suramadu panjang bentang jembatannya 5,5 km sementara jembatan Bulan mencapai 6 km. Dengan demikian jembatan yang ada jika terwujud lima hingga 10 tahun mendatang akan menjadi ikon baru Kaltara,” ujar Irianto.

Bentang Jembatan Bulan yang mencapai 6 km itu baru dari trase Pulau Tarakan menyeberang ke Pulau Sadau-Pulau Payau hingga Liago. Selanjutnya ada tiga alternatif untuk menuju Kota Tanjung Selor, ibukota Kaltara. Alternatif itu meliputi menyusuri pesisir pantai menuju daerah Sekatak Buji, menyeberang ke Pulau Agis menuju Sungai Ancam serta alternative menyeberang ke Pulau Agis dilanjutkan ke Pentian. Jika dihitung secara keseluruhan dengan mengambil jarak terpanjang menuju Tanjung Selor maka bentang jembatan yang akan dibangun lebih dari 7 km dengan panjang jalan mencapai 75 km.

Berdasarkan estimasi sementara dana yang dibutuhkan mulai dari membangun jembatan hingga jalan penghubung yang diperlukan mencapai sekitar Rp 7 triliun. Dibutuhkan keseriusan bersama agar jembatan Bulan bisa diwujudkan dalam bentuk komitmen pembiayaan mulai dari APBN, APBD Provinsi dan kabupaten/kota se-Kaltara.

“Manfaat langsung dari Jembatan Bulan diantaranya adalah meningkatnya kelancaran arus lalu lintas atau angkutan barang dan orang. Dengan semakin lancarnya arus lalu lintas berarti menghemat waktu dan biaya. Selain itu akan merangsang tumbuhnya aktivitas perekonomian di sekitar daerah yang dilalui jalanan tersebut,” ujarnya.

Manfaat yang akan dirasakan adalah multiplier effect. Diantaranya akan merangsang naiknya permintaan barang dan jasa sehingga masyarakat bisa memenuhi kebutuhannya secara terjangkau. Selanjutnya akan merangsang berbagai aktivitas perekonomian, berkembangnya usaha di sektor pertanian, industri, perdagangan, jasa dan meningkatnya arus barang keluar dan masuk dari Kota Tarakan menuju daerah daratan Kalimantan diantaranya Bulungan, Tana Tidung dan Malinau.

mudi/drajat/sah

Comments are closed.