15 Dokter Lakukan Identifikasi Dua Jenazah

Sebanyak 15 dokter akan melakukan proses identifikasi terhadap jenazah korban kecelakaan pesawat AirAsia. (lensaindonesia.com)
Sebanyak 15 dokter akan melakukan proses identifikasi terhadap jenazah korban kecelakaan pesawat AirAsia. (lensaindonesia.com)

Surabaya, ForumKeadilan.com – Sebanyak 15 dokter ahli langsung melakukan proses identifikasi terhadap dua jenazah kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501 yang tiba di Rumah Sakit Bhayangkara, Kepolisian Daerah Jawa Timur, Rabu (31/12) sore.

Ketua Tim Identifikasi Korban, Kombespol Budiyono mengatakan dua jenazah yang telah sampai di Surabaya dan sedang dalam proses identifikasi itu berjenis kelamin laki-laki dan perempuan.

“Dua jenazah itu kami terima tepat pada pukul 16.00 WIB dan langsung dilakukan identifikasi oleh 15 dokter ahli. Nantinya hasil pemeriksaan akan dibandingkan dengan informasi yang diberikan oleh keluarga ke tim kesehatan,” katanya di Surabaya.

Ia mengatakan dua jenazah yang tiba di Surabaya itu dalam kondisi utuh dan cukup baik untuk dilakukan identifikasi, meski di beberapa titik tubuhnya sudah mulai ada pembusukan karena lama berada dalam air.

Budiyono menargetkan identifikasi terhadap dua jenazah dapat diselesaikan dalam tiga hari dengan metode sesuai hukum kedokteran internasional.

Sementara itu, 15 dokter ahli yang menangani adalah ahli patologi, ahli sidik jari serta ahli DNA yang berasal dari tim gabungan fakultas kedokteran Universitas Airlangga, Rumah Sakit Bhayangkara, RSUD Dr Sotemo serta Mabes Polri.

Sebelumnya, Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya TNI FH Bambang Soelistyo mengatakan dua jenazah korban jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 telah dibawa ke Surabaya.

Dua jenazah itu dibawa dari Pangkalan Bun ke Surabaya karena kondisi cuaca sudah agak bagus, sehingga satu helikopter mampu membawa dua jenazah.

Sebelumnya telah diberitakan tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi tujuh jenazah korban jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501, namun badan pesawat masih belum dapat ditemukan. ant

Comments are closed.