Liliyana: Praveen Masih Harus Banyak Belajar

ForumKeadilan.com, Kowloon – Liliyana Natsir, yang berpasangan dengan Praveen Jordan, mengungkapkan faktor kekalahan mereka kontra juara bertahan Chris Adcock/Gabrielle Adcock 18-21, 11-21 di babak kedua Hong Kong Open Super Series 2014, Rabu (20/11).

Menurut Liliyana, Chris/Gabrielle memang tampil cukup baik dan tak mudah untuk ditaklukkan. Praveen/Liliyana juga baru bertanding bersama di turnamen ini dan langsung dihadapkan dengan pasangan unggulan, sehingga kekompakkan masih menjadi isu buat mereka berdua. Ditambah lagi, Praveen mengaku catatan rekor pertemuannya dengan pasangan Eropa ini tidak begitu menggembirakan.

“Memang masih agak kagok ya, tadi beberapa kali raket kami beradu saat berebut mengambil bola di tengah lapangan. Selain itu, rekor pertemuan Praveen melawan Duo Adcock juga kurang bagus. Sebelumnya saat berpasangan dengan Vita (Marissa) dan Debby (Susanto) juga pernah kalah,” kata Liliyana, seperti dikutip laman Badminton Indonesia..

“Di game pertama kami sudah bisa mengatur ritme, tetapi begitu kehilangan poin beruntun, Praveen jadi goyang. Beberapa kali bola atas yang menjadi kelebihannya tidak dapat menembus lawan dan dia jadi ragu-ragu. Saya sampaikan pada dia untuk rileks saja, mungkin dia mau tampil bagus dan perfect tetapi tidak sesuai harapan, jadi dia tidak bisa mengontrol dirinya dan ini kelihatan sekali di lapangan. Praveen harus banyak belajar lagi dan cari pengalaman bertanding lebih banyak lagi,” jelasnya.

Dengan hasil ini, maka sektor ganda campuran meloloskan dua wakil ke babak delapan besar lewat pasangan Tontowi Ahmad/Debby Susanto dan Riky Widianto/Richi Puspita Dili. Tontowi/Debby melenggang ke babak perempat final usai mengalahkan Sudket Prapakamol/Saralee Thoungthongkam (Thailand), 21-16, 21-14. Sedangkan Riky/Richi menang WO atas Ko Sung Hyun/Kim Ha Na (Korea). blc

Comments are closed.