Tontowi/Liliyana Bawa Satu Gelar

ForumKeadilan.com, Paris | Indonesia meraih satu gelar juara dari ajang French Open Super Series 2014 lewat pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Juara Dunia 2013 ini berhasil memenuhi target juara pada turnamen berhadiah total 275 ribu dollar AS ini usai menumbangkan Chris Adcock/Gabrielle Adcock (Inggris), dengan dua game langsung, 21-9, 21-16.

“Satu gelar diraih tim Merah-Putih di French Open Super Series 2014 lewat pasangan ganda campuran Tontowi/Liliyana. Terima kasih atas perjuangan Tontowi/Liliyana yang pantang menyerah hingga mengharumkan nama Indonesia di Prancis. Semoga semangat Tontowi/Liliyana dalam berburu gelar juara dapat menjadi teladan untuk rekan-rekannya,” puji Ketua Umum PP PBSI Gita Wirjawan atas prestasi yang diukir Tontowi/Liliyana.

Penampilan Tontowi/Liliyana memang sungguh luar biasa di laga final ini. Keduanya benar-benar tak dapat dibendung sejak game pertama. Unggul jauh 8-0, Tontowi/Liliyana terus memimpin perolehan skor hingga 11-2 di interval game pertama. Permainan apik ditampilkan pasangan peraih medali perak Asian Games 2014 ini hingga membuat Duo Adcock tak berkutik dan kalah telak di game pertama.

Keadaan sempat berubah di awal game kedua dimana pertarungan kedua pasangan berlangsung lebih sengit. Untuk pertama kalinya Tontowi/Liliyana tertinggal dalam perolehan angka di kedudukan 4-7. Namun lagi-lagi keduanya membuktikan kelas mereka dan tetap tenang, usaha ini pun berhasil, Tontowi/Liliyana sukses menyalip perolehan skor lawan menjadi 8-7 dan terus unggul.

“Kalau dibilang kemenangan ini mudah sekali juga tidak, tapi kami dari awal start-nya memang sudah in sekali. Kami fokus, satu poin saja sayang untuk dibuang. Walaupun sudah jauh, saya ingatkan Tontowi untuk jangan kendor dan jangan membiarkan lawan keenakan, jadi kami push terus,” ujar Liliyana yang ditemui usai upacara penyerahan hadiah di stadion Pierre De Coubertin.

“Kalau dibilang anti klimaks, memang pastinya lebih berat babak semifinal, tetapi kami sudah siap-siap juga. Di partai final, apapun bisa saja terjadi. Dalam perjalanan ke final, lawan kami mengalahkan pasangan-pasangan yang tidak jelek. Jadi kami tidak mau berpikir kalau lawan itu diabawah kami, kami tidak mau santai-santai,” tambahnya.

“Permainan Chris/Gabrielle sudah mulai berkembang di game kedua. Pertandingan ini menjadi pembelajaran buat kami. Walaupun kami ketinggalan, tetapi kami tetap tenang dan tidak terburu-buru, fokus satu demi satu poin akhirnya kami bisa mengejar dan mengimbangi permainan,” jelas Tontowi yang tahun ini sudah menjuarai turnamen All England 2014 dan Singapore Open Super Series 2014.

Tontowi/Liliyana merupakan satu-satunya wakil Indonesia di partai puncak, sebelumnya Tommy Sugiarto dan pasangan ganda putra Hendra Aprida Gunawan/Andrei Adistia terhenti di babak semifinal.

Tim Tiongkok menjadi peraih gelar terbanyak dengan dua gelar dari dua nomor all Chinese final di ganda putri dan tunggal putri. Sementara gelar tunggal putra dimenangkan Chou Tien Chen dari Taiwan. Denmark dan Jepang masih memperebutkan satu gelar ganda putra. (pbsi)

Comments are closed.