Hadir di Sidang Akil, Ini Pelanggaran Kode Etik Patrialis Akbar

Forumkeadilan.com – Hakim konstitusi Patrialis Akbar balik bertanya kode etik mana yang dilanggarnya karena menghadiri sidang dakwaan Akil Mochtar di kasus korupsi. Koalisi Masyarakat Sipil Selamatkan MK mengkritik keras sikap Patrialis tersebut.

Peneliti Indonesia Legal Roundtable (ILR) yang tergabung dalam Koalisi, Erwin Natosmal Umar menyebutkan, ada 3 poin kode etik yang dilanggar Patrialis yakni ketidakberpihakan, prinsip integritas, serta prinsip kepantasan dan kesopanan.

Kode etik ini mulai berlaku per 1 Desember 2006 yang saat itu ditandatangani oleh Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jilmy Assihiddifie. Dalam Peraturan MK Nomor 09/PMK/2011 tentang Pemberlakuan Deklarasi Kode Etik dan Perilaku Hakim Konstitusi (Sapta Karsa Hutama), Sabtu (22/2), disebutkan:

KEDUA
Prinsip Ketakberpihakan

Ketakberpihakan merupakan prinsip yang melekat dalam hakikat fungsi hakim konstitusi sebagai pihak yang diharapkan memberikan pemecahan terhadap setiap perkara yang diajukan ke Mahkamah. Ketakberpihakan mencakup sikap netral, disertai penghayatan yang mendalam akan pentingnya keseimbangan antar kepentingan yang terkait dengan perkara. Prinsip ini melekat dan harus tercermin dalam tahapan proses pemeriksaan perkara sampai kepada tahap pengambilan keputusan, sehingga putusan Mahkamah dapat benar-benar diterima sebagai solusi hukum yang adil bagi semua pihak yang berperkara dan oleh masyarakat luas pada umumnya.

KETIGA
Prinsip Integritas

Integritas merupakan sikap batin yang mencerminkan keutuhan dan keseimbangan kepribadian setiap hakim konstitusi sebagai pribadi dan sebagai pejabat negara dalam menjalankan tugas jabatannya. Keutuhan kepribadian mencakup sikap jujur, setia, dan tulus dalam menjalankan tugas profesionalnya, disertai ketangguhan batin untuk menepis dan menolak segala bujuk-rayu, godaan jabatan, kekayaan, popularitas, ataupun godaan-godaan lainnya. Sedangkan keseimbangan kepribadian mencakup keseimbangan ruhaniyah, dan jasmaniyah, atau mental dan fisik, serta keseimbangan antara kecerdasan spiritual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan intelektual dalam pelaksanaan tugasnya.

KEEMPAT
Prinsip Kepantasan dan Kesopanan

Kepantasan dan kesopanan merupakan norma kesusilaan pribadi dan kesusilaan antar pribadi yang tercermin dalam perilaku setiap hakim konstitusi, baik sebagai pribadi maupun sebagai pejabat negara dalam menjalankan tugas profesionalnya, yang menimbulkan rasa hormat, kewibawaan dan kepercayaan. 

Kepantasan tercermin dalam penampilan dan perilaku pribadi yang berhubungan
dengan kemampuan menempatkan diri dengan tepat, baik mengenai tempat, waktu, penampilan, ucapan, atau gerak tertentu; sedangkan kesopanan terwujud dalam perilaku hormat dan tidak merendahkan orang lain dalam pergaulan antar pribadi, baik dalam tutur kata lisan atau tulisan, dalam bertindak, bekerja dan bertingkah laku, dalam bergaul dengan sesama hakim konstitusi, dengan karyawan, atau pegawai Mahkamah, dengan tamu, dengan pihak-pihak dalam persidangan atau pihak-pihak lain yang terkait dengan perkara.

Nah, dari ketiga prinsip di atas, benarkah Patrialis telah melanggar? Atau bantahan Patrilis membuyarkan tudingan pelanggaran kode etik itu?

“Saya datang ke sidang Pak Akil secara pribadi, ingin menyambung silaturahmi,” kata Patrialis.

You might also like

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.