Warga Demo di Stasiun Cilebut, Perjalanan Commuter Terhambat

Setelah satu pekan akses jalan untuk masyarakat yang akan melintas Stasiun Cilebut ditutup, akhirnya ratusan warga yang kebanyakan terdiri dari kaum ibu dan anak-anak mendatangi Stasiun Cilebut. Mereka meminta agar akses dibuka dan masyarakat bisa melintas stasiun menuju jalan raya yang berada di sisi barat stasiun.

Ditutupnya akses di stasiun Cilebut -kecuali untuk penumpang- menyebabkan masyarakat yang berada di sebelah Timur Stasiun Cilebut tak lagi bebas lalu lalang.

“Kami harus memutar yang jaraknya lebih jauh dan tempatnya sangat rawan karena banyak terjadi kecelakaan. Sudah banyak orang dan motor yang terseret kereta di perlintasan itu. Makanya, lewat stasiun jauh lebih aman,” kata ibu Siti warga RW 05 Cilebut Timur kepada FORUM.

Yang membuat warga semakin kesal, setiap akan melintas mereka harus membeli kartu dan membayar tarif terdekat yaitu Rp2000. “Masa cuma mau lewat, mau ke pasar, ke sekolah, harus bayar dulu,” tambah Siti.

Masyarakat berharap, jika stasiun berniat menutup jalan, maka stasiun harus menyediakan akses pengganti, apakah under pass atau jembatan penyebrangan yang mempermudah masyarakat, anak sekolah yang akan melintasi stasiun.

Akibat aksi demo terserbut, perjalanan kereta commuter dari dan menuju Bogor terhambat. Rel jalur selatan tertutup massa, sehingga commuter menuju Jakarta menggunakan jalur sepur salah. Saat berita ini diturunkan, aksi masih berlangsung, sementara Kepala Stasiun Cilebut Ahmad Hidayat sedang mengadakan pertemuan. Hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Desa Cilebut Timur Taufik Hidayat.

You might also like