PELECEHAN SEKS ANAK

Suami Istri Dituntut 7 Tahun Penjara

Ilustrasi
Ilustrasi Sabu-Sabu (istimewa)

Medan, FK — Suami istri, Azwansyah dan Roslina, saling menatap lesu di kursi pesakitan. Keduanya histeris setelah mendengar jaksa menuntut mereka masing-masing 7 tahun penjara denda Rp 1 miliar subsider 3 bulan kurungan. “Meminta pada majelis hakim, untuk menyatakan keduanya bersalah, melanggar pasal 141 ayat 1 KUHPidana tentang narkotika,” terang Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dwi Amelia Nova saat persidangan di Pengadilan Negeri Medan, Rabu (11/12).

Dalam kasus yang sama, berkas terpisah, JPU menuntut terdakwa Maradoli alias Doli, dikenakan Pasal 131 UU No. 35 Tentang Narkotika, yakni mengetahui adanya peredaran narkoba namun tidak melaporkannya kepada pihak kepolisian, dan dituntut dengan hukuman selama 1 tahun. “Untuk terdakwa Doli, dikenakan pasal 131 UU RI No. 35 Tentang narkotika, mengetahui adanya peredaran narkoba namun tidak melaporkannya dan menuntut terdakwa dengan hukuman 1 tahun,” jelasnya.

Sedangkan enam terdakwa lainnya yakni Dedi Kusuma, Agus Saputra, Mirja Adam Chaniago, Erik Syahputra, Julang Bahari dan Muslim dijerat pasal 127 ayat 1 UU No 35 Tentang Narkotika dengan tuntutan hukuman selama 1 tahun 6 bulan penjara. Usai membacakan tuntutannya, majelis hakim yang diketuai Indra Cahya menunda persidangan hingga minggu depan dalam agenda putusan.

Menurut JPU, pada 1 Mei 2013 lalu, Dit Narkoba Polda Sumatera Utara meringkus Roslina alias Lina, bandar sabu-sabu di Jalan Mahmud Lubis, Lingkungan IV Aek Kanopan, Kecamatan Kuala Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura). Dari lokasi, polisi juga mengamankan Azwansah (suami Lina), Dedi Kusuma, Agus Saputra, Mirja Adam Chaniago, Mardoli, Erik Syahputra, Julang Bahari dan Muslim. Saat ditangkap ke sembilan pelaku berada dalam satu rumah sedang berpesta sabu.

Selain itu, polisi juga mengamankan barang bukti sabu seberat, 0,48 gr, 0,98 gr, 1,11 gr dan ganja 101 gram. Kemudian satu pucuk Softgun, laptop, uang Rp18.850.000, tiga bong, enam sepeda motor, dua mobil, enam lembar STNK, dua bungkus plastik klip, satu bungkus pipet plastik, dua lembar kartu anggota Partai Demokrat, lima kartu kredit, nota bon 29 lembar, satu buku tabungan, tiga notebook dan 14 unit handphone.

Lina bekerja sama dengan suaminya, Azwansyah, dalam mengedarkan narkoba. Pelanggannya adalah warga sekitar Aek Kanopan yang berjarak sekitar 214 kilometer dari Kota Medan. Narkoba tersebut didapat Lina dan suaminya dari Tanjung Balai yang dikirim dari Malaysia lewat jalur laut.

zainul arifin siregar

You might also like

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.