[Forum Utama] “Soekarno Negarawan dan Soekarno Flamboyan”

Asvi Warman Adam (republika.co.id)
Asvi Warman Adam (republika.co.id)

Wawancara Dr Asvi Warman Adam

Pakar Sejarah LIPI

Siapa yang tidak kenal Ir Soekarno dan Moehammad Hatta. Nama besar keduanya membuat banyak yang menginginkan untuk menciptakan kisah hidupnya ke dalam film. Salah satunya adalah sutradara muda berbakat Hanung Bramantyo yang kemudian menggarap tentang Soekarno dalam label Multivision Plus Production (MVP) milik Raam Punjabi.

Namun film berdurasi 137 menit ini mengundang kontroversi karena lebih banyak berdasarkan buku Cindy Adam. Film yang menceritakan beberapa aib keluarga Soekarno ini sungguh membuat publik bertanya-tanya.

Seberapa akuratkah film ini sampai layak untuk dikonsumsi masyarakat Indonesia. Untuk itu Asvi Warman Adam peneliti sejarah dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia menuturkan kepada Dimeitri Marilyn dari FORUM. Berikut petikannya:

Bagaimana Anda melihat ada film anak bangsa yang mengangkat tokoh bangsa?

Tentu saja merupakan sesuatu yang bagus dan layak untuk diapresiasi. Sebenarnya ini bukan pertama kalinya ada film yang menampilkan sosok Soekarno dan Hatta. Sebenarnya bukan hanya satu film, masih ada film “Soekarno” yang lain. Tapi film “Soekarno: Indonesia Merdeka” milik Hanung Bramantyo ini menjadi lain. Lain dalam artian film ini tidak ada koordinasi dengan pakar sejarah bangsa. Padahal sang sutradara merupakan orang yang awam tentang sejarah.

Memang ekspektasi seperti apa yang Anda harapkan dari film “Soekarno: Indonesia Merdeka” ini?

Saya mengharapkan film ini dibuat sesuai pada detail sejarah. Jika film ini dibuat secara baik dan benar tidak hanya mengacu pada satu literatur saja (literatur Cindy Adam). Kemungkinan tidak ada proses hukum, somasi ataupun pihak yang keberatan. Jadi tentu saja tidak menyebabkan preseden buruk terhadap film ini. Maka dari saya adalah satu film yang baik dibuat tanpa menyebabkan pertengkaran dua kubu.

Dari awal film ini adalah kesalahan produser dan sutradara karena tak melibatkan kami (sejarawan). Tetapi selain Cindy Adam, Hanung hanya berkomunikasi pada keluarga besar Soekarno saja. Maka ya seperti sekarang banyak adegan yang tidak perlu divisualkan dan tak sesuai fakta sejarah.

(selanjutnya di Majalah FORUM Keadilan edisi 35 30 Desember 2013-5 Januari 2014)

You might also like

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.