60 Ribu Wisman Kunjungi Taman Nasional Komodo Tahun Ini

Forumkeadian.com – Balai Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, mencatat sejak Januari hingga menjelang akhir 2013, wisatawan dari 104 negara mengunjungi taman nasional yang ditetapkan sebagai Cagar Biosfir itu.
image

“Jumlah wisatawan mancanegara tahun 2013 sekitar 60.000 orang, berasal dari 104 negara, tahun lalu sekitar 50.000 wisman,” kata Kepala Balai Nasional Komodo, Sustyo Iriyono di Labuan Bajo, ibu kota Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Jumat (27/12).

Ia menyebutkan mereka berasal dari Amerika Serikat, Rusia, Jerman, Italia, Korea Selatan dan negara-negara lain. Selain merupakan satu dari 50 taman nasional, Pulau Komodo dan sekitarnya juga dijadikan kawasan Cagar Biosfer, yaitu situs yang ditunjuk oleh berbagai negara melalui kerja sama program Man and The Biosfer (MAB-UNESCO) untuk mempromosikan konservasi keanekaragaman hayati dan pembangunan berkelanjutan berdasar upaya masyarakat lokal dan ilmu pengetahuan handal.

Sustyo menyebutkan dari kunjungan wisatawan tersebut pihaknya tahun 2013 menyetorkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp4,5 miliar. Jumlah tersebut memang lebih kecil dari kebutuhan dana pengelolaan taman nasional itu sekitar Rp12 miliar yang dipenuhi dari APBN.

Menurut dia, pengelolaan taman nasional itu bisa berubah dari cost center menjadi profit center jika tarif masuk kawasan tersebut tidak terlalu murah seperti saat ini dan jumlah kunjungan wisatawan terus meningkat. “Saat ini tarif tiket masuk untuk wisatawan domestik hanya Rp2 ribu dan wisman Rp20 ribu,” katanya.

Ia juga berharap “bottle neck” yang menghambat peningkatan jumlah pengunjung dapat dikurangi seperti pembangunan bandara dan tarif penerbangan yang lebih murah.

Mengenai tantangan dalam pengelolaan Taman Nasional dan Cagar Biosfir Komodo, Sustyo mengatakan tantangannya antara lain adanya perburuan liar, praktik penangkapan ikan dengan pengeboman dan kebakaran lahan atau hutan.

“Di kawasan ini ada 40 situs dengan 1.000 jenis ikan dan beragam jenis terumbu karang sehingga ditetapkan menjadi cagar bisofir,” katanya. Sementara itu mengenai komodo, Sustyo menjelaskan satwa tersebut merupakan reptil besar dengan panjang rata-rata tiga meter dan berat 100 kg atau satu kwintal yang hanya ada di kawasan Taman Nasional Komodo.

“Musim kawin reptil ini pada Juli-Agustus, masa bertelur pada September dan sekali bertelur sebanyak 15-30 butir per ekor, kemudian menetas pada Februari,” katanya. Menurut dia, dari jumlah telur tersebut, yang akan menetas sekitar 80 persen dan yang dapat tumbuh dewasa hanya 10 persen.

Ia menyebutkan binatang dengan masa hidup rata-rata 30 tahun itu merupakan pemangsa sesama sehingga yang bertahan hanya yang kuat dan produktif. “Komodo memiliki 35 jenis bakteri di air liurnya sehingga apapun yang dimakan akan hancur termasuk tulang,” kata Sustyo Iriyono. (Ant/Arf)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.