Kejati Akan Periksa Mantan Dirut Bank DKI

Bank DKI (bisnis-kepri.com)
Bank DKI (bisnis-kepri.com)

Jakarta, FK — Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta direncanakan akan memeriksa mantan Direktur Utama Bank DKI Winni Erwindia saksi terhadap ketiga tersangka yakni Adi Rahmanto, Ilhamsyah Joenoes dan Henri J Maraton.

Rencana pemeriksaan Winni Erwindia akan dilaksanakan Kamis (21/11) besok. Hal tersebut dikemukakan Kasiepenkum dan Media Albertinus Napitupulu, Rabu (20/11), kepada forumkeadilan.com di Gedung Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

“Besok penyidik bakal memeriksa Winni Erwindia sebagai saksi,” kata Albert.

Menurutnya pemeriksaan Winni Erwindia sebagai saksi dalam kasus korupsi pengadaan aplikasi Goverment Cash Management System (GCMS) dan perluasan layanan ATM PT Bank DKI untuk tahun anggaran 2009-2010. Merupakan pemeriksaan untuk ketiga kalinya. Pemeriksaan pertama dan kedua ia diperiksa saat Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta di jabat oleh Didiek Darmanto.

Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta M Adi Toegarisman mengungkapkan, dalam anggaran proyek 100 unit ATM sebesar Rp 82,5 miliar dan untuk proyek GCMS sebesar Rp 8,46 miliar telah terjadi penyimpangan yang diduga merugikan negara Rp 20,7 miliar.

“Kami telah meminta penghitungan kerugian negara dan penunjukan ahli dalam perkara yang dimaksud ke BPKP,” ujar Adi.

Menurut Adi, modus kasus korupsi dalam proyek ini adalah penunjukan langsung, pengaturan lelang dan kurang volume. “Dari 100 ATM selesai hanya 55 ATM dan dari delapan modul GCMS hanya satu modul terimplementasi,” ujarnya.

Adi mengatakan, penyidik Kejati DKI telah memeriksa 20 orang saksi dan menyita sejumlah dokumen-dokumen yang terkait dengan perkara. Mantan Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung itu mengatakan, tiga tersangka tersebut dijerat Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 KUHP.

sofyan/jotz

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.