Dubes Nadjib Tak Siap Jadi Selebritas

Nadjib Riphat Kesoema (theaustralian.com.au)
Nadjib Riphat Kesoema (theaustralian.com.au)

Jakarta, FK  — Duta Besar RI untuk Australia, Nadjib Riphat Kesoema, mengaku tidak terkejut ketika mendadak dipanggil pulang oleh pemerintah. Dia justru kaget karena dikejar wartawan bagaikan selebritas.

Nadjib Riphat Kesoema sedang menghadiri seminar soal hubungan RI-Australia di Brisbane, Senin 18 November 2013, ketika ditelepon Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa agar pulang. Dia langsung naik Virgin Air ke Canberra keesokan harinya, lalu dilanjut ke Sydney. lNamun karena tak mendapat tiket Garuda dan Qantas, Dubes Nadjib baru dapat tiket Singapore Airlines rute Sydney-Singapura-Jakarta yang tiba Rabu, 20 Nov 2013 jam 07.15 WIB di Jakarta.

“Di setiap bandara, wartawan sudah siap bertanya. Saya selalu beri jawaban agar mereka tidak salah kutip,” kata mantan diplomat RI utk KBRI di Vatikan itu.

Nadjib mengaku siap siap menjalankan apapun keputusan pemerintah. Tapi tak siap jadi selebritas.

“Saya gak siap jadi selebritas, ditunggu wartawan di bandara dan lokasi lain lalu ditanya perasaan saya karena ditarik dari lokasi tugas,” katanya sambil tersenyum.

Sejak laporan Snowden soal penyadapan istana diungkap, Nadjib yakin masalah bakal membesar. “Namun saya tak menyangka akan berkembang secepat ini,” kata Nadjib di Jakarta, Kamis pagi (21/11).

Penyadapan Australia ia nilai janggal. Pasalnya, RI-Australia sudah punya banyak jalur komuniksi antar instansi. Sudah ditempuh jalur diplomatik RI-Australia. Nadjib mencontohkan adanya jalur ‘2 plus 2’, yaitu jalur komunikasi antara Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan kedua negara. Begitu pula kerjasama dengan Polri, TNI dan instansi lain.

Makanya ia heran.

“Info apalagi yang harus disadap? Kecuali bila sengaja mencari-cari keburukan, yang bukan menjadi ciri negara bersahabat,” kata mantan Dubes RI untuk Belgia itu.

erwin purba/jotz

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.