Dubes Nadjib: Bola Kini di Tangan Australia

Nadjib Riphat Kesoema (tengah) (beefcentral.com)
Nadjib Riphat Kesoema (tengah) (beefcentral.com)

Jakarta, FK — Duta Besar Nadjib Riphat Kesoema menyatakan sudah memberikan briefing kepada para Konsul Jenderal RI dan wakil masyarakat RI di Australia soal situasi terkini. Dia tegaskan agar semuanya tenang, tetap beraktifitas normal dan tidak cemas.

“Kita tetap menunggu tindakan nyata Canberra. Selain soal permintaan maaf, yang penting justru jaminan agar kasus ini tidak terulang lagi. Bola ada di tangan Australia,” kata alumnus Universitas Padjadjaran ini kalem.

Babak akhir akan ditentukan oleh negara mana yang lebih membutuhkan mitranya.

Apa langkah selanjutnya?

Jakarta tetap menunggu tanggapan nyata Australia, sambil tetap menarik Dubes Nadjib tanpa batas waktu. Masih ada opsi lanjutan, seperti pengusirah Dubes Australia dan penurunan derajat hubungan diplomasi (meniadakan Dubes atau hanya menempatkan konjen).

Nadjib Riphat Kesoema adalah Dubes RI untuk Australia kedua yang dipanggil pulang karena terjadi krisis diplomatik. Pada Mei 2006, Dubes Hamzah Thayeb dipanggil pulang gara-gara Australia berikan suaka politik kepada sejumlah warga Papua yang pro-OPM. Krisis diakhiri pada Juni 2006 dengan pertemuan di Batam antara Presiden SBY dan PM John Howard. Lalu, Australia mengsahkan Lombok Treaty dengan RI pada Desember 2006, yg diantaranya Australia mendukung kedaulatan RI dan tak akan membantu OPM dan simpatisannya mendapatkan suaka.

erwin purba/jotz

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.