Dua Ledakan Bom di Baghdad Tewaskan 17 Orang

Bom di Baghdad. (rt.com)
Bom di Baghdad. (rt.com)

Baghdad, FK – 17 orang tewas dan mencederai 37 lainnya setelah dihantam dua ledakan bom di luar sebuah kafe di Baghdad pada Senin (25/11). Belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan-serangan tersebut, yang terjadi di daerah Sadriya yang berpenduduk mayoriotas Syiah di Baghdad timur.

Namun, militan Sunni dan Al Qaida secara rutin membom kafe, restoran dan pertandingan olah-raga sejak awal 2013. Pemboman itu merupakan serangan ketiga yang dilaporkan di sekitar Baghdad pada Senin.

Menurut polisi, seorang penyerang bunuh diri meledakkan bomnya di sebuah pos pemeriksaan polisi di wilayah timurlaut, menewaskan tiga aparat dan melukai tujuh lain.

Di daerah Sunni Doura di Baghdad selatan, ledakan bom pinggir jalan menewaskan dua anggota milisi Sahwa dan mencederai empat orang lain, kata polisi.

Sahwa terbentuk dari orang-orang suku Sunni Arab yang berpihak pada militer AS memerangi Al Qaida sejak akhir 2006, dan tindakan mereka itu telah mengubah peta perang di Irak. Anggota Sahwa dianggap sebagai pengkhianat oleh militan Sunni dan mereka sering menjadi sasaran serangan.

Kekerasan di Irak telah mencapai tingkatan yang belum pernah terlihat sejak 2008, ketika negara itu mulai bangkit dari konflik sektarian mematikan pada 2006-2007 yang merenggut puluhan ribu jiwa.

Menurut data PBB, hampir 1.000 orang tewas pada Oktober dalam serangan-serangan di Irak. Hampir 900 orang sipil tewas di Irak pada September, menurut misi PBB di Irak.

Kekerasan Senin itu merupakan yang terakhir dari gelombang pemboman dan serangan bunuh diri di tengah krisis politik antara Perdana Menteri Nuri al-Maliki dan mitra-mitra pemerintahnya dan pawai protes selama beberapa pekan yang menuntut pengunduran dirinya.

Berdasarkan data yang dihimpun PBB dan pemerintah Irak, Juli merupakan bulan paling mematikan dalam lima tahun dengan jumlah korban tewas lebih dari 1.000 orang.

Gelombang serangan di Irak meningkat sejak awal tahun ini, dan menurut laporan PBB, lebih dari 2.500 orang tewas dari April hingga Juni saja, jumlah tertinggi sejak 2008. rmns/ian/ant

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.