Yasser Arafat Memang Tewas Diracun?

Yasser Arafat. (theguardian.co.uk)
Yasser Arafat. (theguardian.co.uk)

ForumKeadilan.com – Jejak polonium yang ditemukan dalam pakaian yang digunakan mendiang Yasser Arafat semakin menguatkan kecurigaan bahwa mantan pemimpin Palestina itu meninggal dunia karena diracun. Temuan ini disampaikan para pakar radiasi Swiss, Senin (14/10).

“Sejumlah sampel termasuk darah dan urine mengandung kadar polonium 210 yang jauh lebih tinggi dari sampel sebelumnya,” kata laporan pemeriksaan. “Bukti-bukti ini mendukung kemungkinan Arafat diracun menggunakan polonium 210,” tambah laporan tersebut.

Dengan menggunakan model komputer, para peneliti menemukan bahwa level polonium yang ditemukan tercatat hingga beberapa milibecquerel (mBq), satuan untuk menghitung kadar radioaktif.

Laporan itu menambahkan, gejala-gejala sakit yang ditunjukkan Arafat, seperti mual, muntah, kelelahan, dan sakit perut, “bisa jadi” adalah tanda-tanda keracunan polonium.

Maka dari itu, para peneliti menyayangkan tidak dilakukannya otopsi terhadap jasad Arafat.

“Sebuah otopsi bisa sangat berguna dalam kasus ini, meski mungkin tidak akan menemukan potensi keracunan polonium. Setidaknya sampel jaringan tubuh bisa disimpan untuk diuji pada lain waktu,” masih isi laporan tersebut.

Polonium adalah sebuah elemen kimia yang ditemukan pada 1989 oleh pasangan ilmuwan Marie dan Pierre Curie. Polonium biasa ditemukan di dalam biji uranium.

Yasser Arafat meninggal dunia pada 11 November 2004 dalam usia 75 tahun di Perancis. Saat itu para dokter tidak bisa memastikan penyebab kematian Arafat.

Setelah meninggal dunia, atas permintaan istrinya, tidak dilakukan otopsi terhadap jasad Yasser Arafat.

Pada November 2012, jasad Arafat digali dan sejumlah sampel diambil untuk bahan investigasi kemungkinan pemimpin Palestina ini tewas karena diracun. wrh/kps/rims

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.