Uang USD 20 dan USD 100 Paling Sering Dipalsukan

Dolar Amerika Palsu (antara)
Dolar Amerika Palsu (antara)

Jakarta, FK — Pemerintah Amerika Serikat hingga kini hanya mencetak uang kertas untuk transaksi umum di dalam masyarakat berupa pecahan USD 1, USD 2, USD 5, USD 10, USD 20, USD 50 serta USD 100. Hanya pada tahun 1934, Biro Pelukisan dan Percetakan (Bureau of Engraving and Printing) pernah mencetak uang bernominal USD 100.000. Mata uang berbentuk Sertifikat Emas itu hanya boleh dipakai pada transaksi resmi antara kantor-kantor cabang Bank Sentral (Federal Reserve) AS. Uang khusus itu tidak pernah diedarkan ke pasaran untuk dipakai masyarakat umum.

Uang kertas dollar AS dalam berbagai pecahan yang beredar di seluruh dunia bernilai USD 1,16 triliun. Dari jumlah itu, hanya senilai USD 80 juta yang dipalsukan dan beredar sebagai uang palsu. Jenis uang dollar yang paling sering dipalsukan di wilayah Amerika Serikat adalah pecahan USD 20. Di tingkat internasional, jenis dollar AS yang paling banyak dipalsukan yaitu USD 100.

“Pecahan USD 20 paling sering dipalsukan, karena itulah uang yang paling sering digunakan. Uang kertas USD 20 juga paling sering diambil masyarakat AS di mesin-mesin ATM bank,” kata Chief Cashier (Bendahara Negara) pada Bank Sentral Federal Reserve, Michael Lambert, di Pusat Kebudayaan Amerika Serikat (@America)di Jakarta Pusat, Rabu (23/10).

Sedangkan di negara-negara lain, uang pecahan USD 100 menjadi yang paling banyak dipalsukan karena nilainya yang tertinggi. Dengan begitu, marjin keuntungan para pemalsu uang bisa sangat tinggi pula.

Sejak 2003, The Fed menciptakan desain baru untuk uang kertas pecahan USD 10, USD 20, USD 50, dan terakhir USD 100. Tujuannya simple: untuk menekan angka pemalsuan. Namun untuk pecahan USD 1 dan USD 2 tetap memakai desain lama, karena nilai pemalsuannya sangat kecil.

erwin purba

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.