KPK IKLAN

Memutus Rantai Impunitas (1)

Usia Belia Dipaksa Menjadi PSK (foto Alexandra Radu)
Usia Belia Dipaksa Menjadi PSK (foto Alexandra Radu)

LEBIH dari 100 ribu anak Indonesia menjadi korban eksploitasi seks. Para ‘pengguna’ seperti tak tersentuh hukum. Mirisnya, negara sampai sekarang belum menjamin pemberian ganti rugi bagi korban.

Kenangan pahit sewindu lalu masih membekas di benak Siti, warga Sesetan, Denpasar, Bali. Malam itu, ia mendapati Ayu, sebut saja demikian, anak semata wayangnya yang belum genap berusia dua tahun merintih kesakitan.

Tanpa berpikir panjang, perempuan 44 tahun itu pun langsung membawa anaknya ke rumah sakit. Bagai disambar petir di siang bolong, visum menyebutkan terdapat robekan hymen pada ham tiga, enam, dan sembilan. Pikiran buruk telah terjadi pemerkosaan terhadap bayinya pun menjadi kenyataan.

Siti yang berijazah sarjana hukum pun mencari keadilan. Di tengah tekanan keluarga yang tidak berpihak kepadanya, dia menghadapi kenyataan penegakan hukum yang timpang. Saat melapor kepada polisi, tak ada respon apa pun. Dia diping-pong. Tanpa kenal putus asa, pegiat lembaga swadaya masyarakat (LSM) Lentera Anak Bali ini pun meminta bantuan ke beberapa LSM dan media massa untuk membantu mengangkat kasusnya. “Saya merasakan betapa sulitnya saya ketika itu. Untuk membuktikan kasus yang menimpa anak saya, saya harus dibebani untuk menyiapkan semua bukti dan saksi sendiri. Padahal, untuk kasus asusila seperti ini, selalu terjadi di ruang sunyi dan tanpa saksi,” urai Siti yang tak dapat membendung lelehan air matanya.

Ringkas cerita, setelah melalui perjuangan hampir satu tahun, hakim memvonis pemerkosa anak gadisnya, yang tak lain adalah tetangganya sendiri, dengan hukuman tiga tahun penjara.

Begitu berliku jalan yang harus dilalui oleh seorang korban kekerasan seksual untuk mendapatkan keadilan. Namun, Ayu tidak sendirian. Masih ada lebih dari 100 ribu anak Indonesia menjadi korban eksploitasi seksual. Sedihnya, mereka tidak mendapat perlindungan hukum yang memadai, acapkali korban eksploitasi seksual anak kehilangan hak-hak asasinya.

Organisasi Buruh Internasional (ILO) pada 2002 memperkirakan sebanyak 1,2 juta anak diperdagangkan setiap tahun di seluruh dunia. Sementara penelitian yang dilakukan Komnas Anak pada 2004 mengemukakan Indonesia sebagai pemasok perdagangan anak yang terbesar di Asia Tenggara, di mana per tahun ada sekitar 200 ribu hingga 300 ribu anak di bawah usia 18 tahun yang menjadi pekerja seks komersial. Hal itu mengemuka dalam konferensi regional bertema “Perlindungan Hukum bagi Anak Korban Eksploitasi Seksual di Asia Tenggara” yang berlangsung di Nusa Dua, Bali, 23-24 Oktober 2013 lalu. (bersambung)

SWU

You might also like

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.