Yusril: Jika Ibas Tersangka, SBY Harus Mundur Sebagai Presiden

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Yusril Ihza Mahendra (news.loveindonesia.com)
Yusril Ihza Mahendra (news.loveindonesia.com)

Jakarta — Posisi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) rawan karena lingkaran dalamnya mulai terungkap melakukan korupsi. Meski Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum (mau?) membongkar secara menyeluruh, setidaknya isu suap daging sapi, Hambalang dan Century terus menggerogoti legitimasi SBY sendiri.

Pakar hukum tata negara dan bekas Menteri Sekretaris Negara Yusril Ihza Mahendra mengungkapkan, Presiden SBY pernah curhat kepadanya, terkait dugaan yang dialamatkan kepada Ibas, sapaan akrab Edhie Baskoro Yudhoyono, dalam kasus Hambalang. Menurutnya, kalau Ibas benar terbukti terlibat, maka SBY harus mundur sebagai presiden.

“Bahkan saya katakan, jika anak Presiden dinyatakan tersangka, maka secara etis tidak ada pilihan bagi Presiden kecuali mundur dari jabatannya,” kata Yusril dalam kultwitnya, Rabu (4/9).

Yusril mengaku pernah diminta SBY untuk menjadi penasihat hukum Ibas. Namun dirinya menolak dengan berbagai alasan.

“Saya katakan saya tidak sanggup menangani persoalan Ibas, terkait kasus Nazaruddin. Biar orang lain saja yang menangani sebagai penasihat hukum.”

Menurutnya, SBY banyak bertanya permasalahan hukum kepada dirinya. Terhadap kasus Ibas, Yusril menyebutnya sebagai masalah yang sangat serius. Dia pun menasihati supaya SBY memperhatikannya.

“Terhadap masalah Ibas, tegas saya katakan kepada SBY bahwa masalah tersebut sangat serius dan harus jadi perhatian beliau,” lanjutnya.

Sebab, kalau memang KPK membuktikan benar adanya keterlibatan Ibas dalam perkara korupsi Hambalang, maka implikasi politiknya sangat besar kepada SBY.

KPK akan menjadwalkan ulang pemeriksaan terhadap mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum sebagai tersangka dalam kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji pada proyek Hambalang. Kuasa hukum Anas, Firman Wijaya mendesak KPK memeriksa SBY dan Ibas terkait Kongres Demokrat di Bandung.

rmnews

You might also like

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.