Danamon Dukung Gerakan Ekonomi Syariah

Suasana Media Workshop (julie/forumkeadilan)
Suasana Media Workshop (julie/forumkeadilan)

Solo, FK — Setelah 20 tahun perbankan syariah diperkenalkan di Indonesia, dalam perjalanannya, ekonomi syariah terus tumbuh. Bahkan, jika sebelumnya enonomi syariah hanya berkisar di dunia perbankan, kini ekonomi syariah juga merambah ke sektor-sektor lain, antara lain koperasi, asuransi dan lainnya.

Untuk itu, gerakan ekonomi syariah harus terus digalakkan. Pemerintah mendukung penuh gerakan tersebut dan Gerakan Ekonomi Syariah akan diluncurkan oleh Presiden pada bulan November mendatang. “Kita harapkan komitmen tokoh-tokoh nasional untuk mendukung gerakan ekonomi syariah ini, sehingga ekonomi syariah bisa menjadi gaya hidup bangsa Indonesia,” kata Ketua PKES (Pusat Komunikasi Ekonomi Syariah), Ismi Kushartanto dalam sambutannya ketika membuka media workshop dengan tema “Layanan dan Produk Keuangan Berbasis Syariah menjadi Penggerak ekonomi nasional dan Pilihan yang Menguntungkan” di Hotel Brother, Solo Baru, Jawa Tengah, Rabu lalu (9/10).

Bukti nyata Danamon mendukung Gerakan Ekonomi Syariah disampaikan oleh Fajar Wahyudi, Syariah SMEC Bussines Head Danamon Syariah. “Kami menyasar koperasi-koperasi karyawan dengan menerapkan sistem syariah,” ungkapnya.

Dijelaskan lebih lanjut, pembiayaan simpan pinjam menggunakan mekanisme executing. Yakni mekanisme pembiayaan untuk koperasi karyawan dan kemudian oleh koperasi diberikan untuk anggota. “Baik kepada koperasi, maupun dari koperasi kepada karyawan menggunakan sistem syariah,” tegas Fajar.

Saat ini sudah 188 koperasi karyawan yang menjalin kerjasama dengan Bank Danamon Syariah. Banyak peruntukannya, baik itu untuk modal kerja ataupun operasional.

Selain itu, Bank Danamon Syariah juga memiliki program Solusi Emas Syariah. “Pada situasi ekonomi sulit seperti sekarang ini, Solusi Emas Syariah bisa menjadi solusi,” kali ini Intjon P.N. Syariah SMEC Business Head Danamon Syariah yang menjelaskan.

Intjon memaparkan ada dua program yang bisa dipilih sesuai kebutuhan masyarakat, pertama Gadai Emas dan yang kedua Pembiayaan Kepemilikan Emas. “Kedua program tersebut menggunakan akad (perjanjian). Untuk Gadai Emas, kami menggunakan akad Qard dengan menggunakan agunan berupa emas yang diikat dengan akad Rahn, dimana emas yang diagunkan disimpan dan dipelihara oleh Bank Syariah selama jangka tertentu dengan membayar biaya penyimpanan atas dasar akad Ijarah,” paparnya panjang lebar.

Produk syariah lainnya adalah Asuransi Syariah. “Saat di Asuransi Adira masih dalam bentuk Unit Usaha Syariah,” ujar Iim Qoimuddin, Syariah Business Development Head Adira Insurance.

Asuransi berkaitan dengan resiko, ada manajemen resiko namun dalam asuransi syariah ada sedikit perbedaan. “Akad asuransi syariah menggunakan akad tabarru atau antar sesama peserta. Jika asuransi konvensional menggunakan sistem transfer maka dalam asuransi syariah menggunakan sistem share. Dalam akad tabarru peserta memberikan hibah yang akan digunakan untuk menolong peserta lain yang terkena musibah,” Iim menjelaskan.

Meski begitu, sebagai perusahaan membutuhkan provit, karena dari hasil akad tabarru tidak bisa dihitung sebagai aset perusahaan. “Karena itu ada akad yang kedua yakni akad ujroh yakni akad untuk bagi hasil untuk Adira yang mengelola dana asuransi tersebut. Jika dalam jangka waktu yang telah ditentukan, uang tersebut diserahkan kembali sesuai kesepakatan peserta,” lanjutnya.

Program-program tersebut terus dikembangkan seperti yang ditegaskan oleh Herry Hykmanto, Direktur Perbankan Syariah Danamon. “Kami ingin Bank Pekreditan Rakyat Syariah makin banyak yang bekerjasama dengan kami, begitu pun koperasi karyawan. Tetapi memang banyak yang harus disiapkan, kantor-kantor cabang yang bisa melayani itu jumlahnya harus diperbanyak, lalu SDM nya, dan lain-lain,” pungkasnya.

julie

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.